NUSA TENGGARA TIMUR — American Automobile Association (AAA) didirikan pada 4 Maret 1902 di Chicago, jauh sebelum Henry Ford meluncurkan Model T pada 1908. Saat itu baru ada sekitar 23.000 mobil di Amerika Serikat, sementara kuda masih berjumlah sekitar 17 juta ekor. Organisasi ini lahir bukan sebagai layanan derek darurat, melainkan sebagai gerakan memperbaiki jalan dan memperjuangkan hak pengemudi.
Sembilan klub otomotif yang sudah ada di Amerika Serikat berkumpul di Chicago pada 4 Maret 1902 untuk membentuk American Automobile Association. Organisasi ini memulai langkah dengan sekitar 1.500 anggota awal, terdiri dari para pemilik mobil yang punya kepentingan sama: membuat berkendara lebih aman dan lebih praktis.
Pada awal abad ke-20, mobil masih jauh dari kebutuhan sehari-hari. Harganya mahal, jalanan sering kali hanya berupa jalur tanah, dan bepergian dengan kuda masih menjadi hal lumrah. Menurut catatan sejarah AAA, sekitar 23.000 mobil beroperasi di Amerika Serikat pada 1902, berbanding sekitar 17 juta kuda.
Pendirian AAA pada 1902 terbilang menarik karena terjadi enam tahun sebelum Henry Ford memperkenalkan Model T pada 1908. Model T inilah yang kemudian membantu membuat kepemilikan mobil terjangkau bagi sebagian besar masyarakat Amerika.
Para pendiri AAA tidak membentuk organisasi ini untuk menarik mobil yang mogok atau menawarkan polis asuransi. Mereka ingin membuat berkendara lebih masuk akal dengan memperbaiki jalan, memperjuangkan kepentingan pengemudi, dan membangun infrastruktur yang dibutuhkan negara yang baru mulai mengenal mobil.
Pengemudi pada masa itu menghadapi persoalan yang jarang dipikirkan pengemudi sekarang. Banyak jalan dibangun untuk kuda dan kereta, sehingga tidak cocok untuk kendaraan bermotor. Hujan bisa mengubah jalan tanah menjadi lumpur, sementara kondisi kering menimbulkan awan debu yang mengurangi jarak pandang.
AAA menyadari bahwa menjual lebih banyak mobil saja tidak cukup untuk membangun budaya otomotif yang sehat. Pengemudi juga butuh jalan yang benar-benar bisa dipakai. Organisasi ini mulai mendorong perbaikan jalan raya dan infrastruktur yang lebih baik, sekaligus memperkuat gagasan bahwa jalan harus mengakomodasi jumlah mobil yang terus bertambah.
Upaya itu membantu menegaskan prinsip yang masih relevan hingga kini: mobil tidak cukup hanya punya mesin, ban, dan bahan bakar. Kendaraan juga butuh jaringan transportasi yang dirancang untuk mengantar orang sampai tujuan.
Banyak orang Amerika langsung mengasosiasikan AAA dengan bantuan darurat di jalan. Namun layanan itu bukan bagian dari penawaran awal organisasi. AAA memperkenalkan layanan untuk pengemudi yang mogok pada 1915, lebih dari satu dekade setelah pendiriannya.
Langkah tersebut penting pada masa ketika masalah mekanis bisa membuat pengemudi terdampar jauh dari rumah, sering tanpa bengkel terdekat atau cara yang andal untuk memanggil bantuan. Seiring mobil semakin umum, kebutuhan akan bantuan darurat ikut tumbuh. Ban bocor, aki habis, masalah mesin, dan kerusakan mekanis lain menjadi tantangan yang akrab bagi pengemudi.
Hingga sekarang, bantuan darurat di jalan tetap menjadi salah satu layanan paling dikenal AAA. Perkembangannya menunjukkan bagaimana organisasi ini beradaptasi dengan perubahan teknologi otomotif tanpa meninggalkan fokus awal: membuat perjalanan lebih mudah dikelola.
Seiring kepemilikan mobil meningkat, AAA memperluas layanan di luar advokasi jalan dan bantuan darurat. Organisasi ini kemudian dikaitkan dengan perencanaan perjalanan, asuransi, saran otomotif, dan keselamatan berkendara. Beberapa kontribusi utamanya mencakup:
AAA juga mengembangkan program di luar kebutuhan pengemudi. Program School Safety Patrol yang diluncurkan pada 1920 menjadi salah satu contoh keterlibatan lebih luas organisasi ini dalam keselamatan transportasi.
Hari ini AAA beroperasi sebagai federasi klub otomotif afiliasi, melayani jutaan anggota di Amerika Serikat dan Kanada. Layanannya jauh lebih luas dibandingkan organisasi awal yang dibentuk oleh sembilan klub pada 1902.
Perjalanan AAA dari klub penggemar mobil menjadi jaringan bantuan darurat besar menunjukkan satu hal: infrastruktur dan layanan pendukung sama pentingnya dengan kendaraan itu sendiri. Organisasi ini bertahan lebih dari satu abad karena terus menyesuaikan diri dengan cara orang berkendara, bukan sekadar bertahan pada format awal.