SUMBA BARAT — Penggalian lubang sirkulasi air menjadi tahapan teknis sebelum proses pengeboran sumur bor dilakukan. Lubang sirkulasi berfungsi memastikan lumpur hasil pengeboran dapat mengalir keluar dengan lancar selama pekerjaan berlangsung.
Pengerjaan melibatkan personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat. Warga turun langsung ke lokasi untuk membantu mempersiapkan lahan dan mendukung kelancaran tahapan pengeboran.
Komandan Kodim 1613/Sumba Barat, Letkol Inf Ignasius Hali Sogen, S.E., M.Han., menyatakan pembangunan sarana air bersih masuk dalam daftar sasaran fisik prioritas program TMMD ke-130. Ketersediaan air bersih dinilai sebagai kebutuhan mendasar yang paling menentukan kualitas hidup warga.
Menurut Dandim, sumur bor dirancang khusus untuk menjawab persoalan krisis air bersih yang kerap dihadapi warga Desa Lingo Lango. Akses air yang lebih memadai diharapkan memperbaiki kondisi sehari-hari masyarakat setempat.
"Pembangunan sumur bor ini dirancang untuk mengatasi permasalahan krisis air bersih yang kerap dihadapi warga. Keterlibatan aktif masyarakat secara gotong royong bukan hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga menegaskan kemanunggalan TNI dengan rakyat di Desa Lingo Lango," ujar Dandim.
Keterlibatan warga tidak sekadar menambah tenaga di lokasi. Semangat kebersamaan antara personel TNI dan masyarakat menjadi bagian dari tujuan program TMMD ke-130, yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik.
Setiap tahapan pembangunan diharapkan berjalan sesuai rencana berkat kerja sama tersebut. Program ini juga menyasar penguatan hubungan sosial dan kepedulian terhadap kebutuhan warga di tingkat desa.
Kodim 1613/Sumba Barat berharap keberadaan sumur bor memberi manfaat jangka panjang bagi warga Desa Lingo Lango. Program TMMD diharapkan turut mendorong kemajuan desa sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat di Kecamatan Tanarighu.