NUSA TENGGARA TIMUR — PT Toyota-Astra Motor menyegarkan Kijang Innova Zenix varian Gasoline non-hybrid pada kuartal akhir 2026 dengan menambah MID digital 7 inci, telematika T-Intouch, dan kamera 360 derajat di tipe V. Pembaruan ini menyetarakan kelengkapan fitur operasional antara tipe bensin dan hybrid. Harga jajaran Zenix bensin resmi dimulai dari Rp437 jutaan untuk wilayah Jakarta.
Penyegaran dilakukan lewat penambahan peranti elektronik dan konektivitas pada jajaran Kijang Innova Zenix bermesin konvensional. PT Toyota-Astra Motor (TAM) mempertahankan platform TNGA: GA-C dengan konfigurasi penggerak roda depan sebagai basis sasis. Langkah ini menyasar konsumen yang butuh kelengkapan operasional tanpa masuk ke segmen elektrifikasi.
Perubahan paling kentara ada di kokpit pengemudi. Panel meter analog pada tipe G maupun V kini digantikan layar MID digital 7 inci (New 7" TFT MID).
Layar menampilkan kalkulasi konsumsi bahan bakar, putaran mesin, serta status fungsi komponen mobil. Varian V mendapat material dasbor dua warna dengan bantalan empuk, plus lampu iluminasi tambahan di area panel instrumen dan layar hiburan 10 inci.
Rem parkir sudah mengadopsi sistem elektrik (Electric Parking Brake) berpelengkap Auto Brake Hold. Tata letak kursi baris kedua dan ketiga tidak berubah, tetap menampung tujuh hingga delapan penumpang tergantung konfigurasi.
Sektor eksterior hanya menerima ubahan minor fungsional. Tipe G Gasoline sekarang memakai pelek 17 inci berkelir perak, mengubah postur samping mobil jadi sedikit lebih proporsional.
Seluruh trim bensin kini dibekali Power Retractable Outer Mirror. Mekanisme pelipatan elektrik otomatis mempermudah manuver saat parkir di area sempit atau berpapasan di jalan sesak.
Peningkatan spesifikasi paling menonjol ada pada sistem telematika T-Intouch. Kabin Zenix Gasoline 2026 punya tombol SOS khusus di area plafon depan.
Tombol darurat menghubungkan pengemudi langsung ke pusat panggilan Toyota Customer Care. Fasilitas komunikasi dipakai untuk meminta bantuan Emergency Roadside Assistance (ERA) saat mobil terkendala di perjalanan.
Pemilik bisa mengakses fitur Remote Control lewat aplikasi mTOYOTA di ponsel. Fungsi remote mencakup menyalakan mesin, mengaktifkan AC, mengunci pintu, serta memantau status keamanan mobil dari jarak jauh. Pabrikan juga menyertakan Proactive Agent Call, peringatan dini jika sistem mendeteksi indikasi malfungsi teknis.
Khusus tipe V Gasoline, tersedia Panoramic View Monitor. Kamera 360 derajat menampilkan tangkapan gambar area sekitar bodi ke layar sentral, meminimalkan risiko benturan saat parkir mundur.
Perbedaan utama tipe G dan V terletak pada kelengkapan peranti. Tipe V memakai kamera 360 derajat, layar sentuh kabin 10 inci, iluminasi interior, serta lapisan dasbor material lunak.
Tipe G memakai kamera mundur biasa dan layar monitor 9 inci tanpa lampu iluminasi. Soal captain seat dengan ottoman, konfigurasi itu eksklusif di varian hybrid level Q. Seluruh tipe bensin memakai jok standar bersambung kapasitas tiga penumpang di baris tengah.
Paket keselamatan aktif Toyota Safety Sense (TSS) tidak tersedia pada tipe bensin. Fasilitas pengereman darurat otomatis dan pemandu lajur hanya hadir di varian hybrid tertinggi.
Yang tetap standar meliputi Vehicle Stability Control (VSC), Hill Start Assist (HSA), rem cakram 16 inci di seluruh roda, serta sepasang kantong udara depan (Dual SRS Airbags).
Dapur pacu tidak mengalami perubahan. Mesin bensin empat silinder M20A-FKS 1.987 cc DOHC Dual VVT-i menggerakkan roda depan.
Tenaga maksimal tercatat 174 PS di 6.600 rpm dan torsi puncak 204 Nm di rentang 4.500–4.900 rpm. Distribusi daya diatur transmisi otomatis CVT 10 percepatan virtual.
Berdasarkan data resmi wilayah Jakarta, jajaran Zenix bensin dibanderol mulai Rp437 jutaan. Angka itu menempatkan tipe G sebagai pintu masuk, sementara tipe V berada di atasnya dengan selisih yang mencerminkan tambahan kamera 360 derajat, layar 10 inci, dan iluminasi kabin.
Penyegaran kelengkapan membuat Zenix non-hybrid kian rasional untuk dipinang konsumen yang mengutamakan fitur operasional harian ketimbang paket elektrifikasi.