Tiga Siswi SMKN Pantai Baru Rote Ndao Pamerkan Robot Pendeteksi Api di IoT NTT 2026

Penulis: Chandra Kusuma  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:01:02 WIB
Tiga siswi SMKN Pantai Baru Rote Ndao menampilkan robot pendeteksi api hasil rakitan mereka di ajang IoT NTT 2026.

KUPANG — Sariyati Tupu, Tasya Mesah, dan Veleria Nubatonis menempatkan perangkat hasil rakitan mereka di meja pameran, bukan sekadar memajang poster konsep. Robot itu mengenali halangan di depannya lewat sensor jarak, membaca indikasi api melalui sensor inframerah, lalu menjalankan pompa air mini sebagai simulasi pemadaman.

Rangkaian itu belum berhenti di situ. Sistem yang sama dirancang agar bisa dikendalikan lewat Bluetooth dari telepon pintar berbasis Android, membuka jalan bagi pengembangan berikutnya.

Bukan Sekadar Merakit, Siswa Belajar Merancang Sistem

Di balik prototipe itu ada proses belajar yang panjang. Para siswi menggabungkan pemrograman mikrokontroler, elektronika, sensor, dan sistem penggerak motor menjadi satu kesatuan yang bekerja sesuai perintah.

Isak Doris Faot, guru pembimbing, menjelaskan bahwa pengembangan robotika memang harus dimulai dari pembuatan prototipe. Lewat cara itu, gagasan diuji dan rancangan disempurnakan sebelum melangkah lebih jauh.

"Dalam robotika, sensor berfungsi menangkap informasi dari lingkungan, mikrokontroler memproses data, sedangkan aktuator menjalankan perintah sesuai program yang dirancang," kata Isak.

Proses tersebut membuat siswa tidak berhenti di teori ruang kelas. Mereka berlatih merancang, merakit, memprogram, dan menguji sebuah sistem teknologi secara utuh.

Kepala Sekolah Berharap Ilmu Bootcamp Kembali ke Rote Ndao

Kepala SMKN Pantai Baru, Simson Nullek, menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara dan panitia yang memberi kesempatan sekolahnya ikut serta dalam IoT NTT 2026. Ia berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh guru pembimbing serta siswa tidak berhenti di Kupang.

Menurut Simson, ilmu dari bootcamp perlu diterapkan di lingkungan sekolah dan dikembangkan menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Partisipasi itu juga menjadi jalan bagi siswa memperkuat keterampilan teknologi dan memahami bagaimana ilmu pengetahuan menjawab kebutuhan sehari-hari.

Prototipe Pembelajaran yang Masih Terbuka Dikembangkan

Robot tersebut masih berstatus prototipe pembelajaran. Meski begitu, fungsinya membuka peluang pengembangan lebih luas, termasuk untuk simulasi keselamatan dan otomatisasi sederhana.

Kegiatan IoT NTT 2026 berlangsung di Hotel Sahid Timor, Kota Kupang, hingga Sabtu (17/10/2026). Ajang itu mempertemukan siswa SMK dari berbagai daerah di NTT untuk bereksperimen dengan perangkat terhubung.

Keikutsertaan SMKN Pantai Baru memperlihatkan bahwa ruang berkreasi tidak hanya milik sekolah di kota besar. Dengan pembinaan, fasilitas, dan kesempatan yang memadai, siswa dari daerah kepulauan dapat mengubah gagasan menjadi karya teknologi.

Tantangan berikutnya ada pada keberlanjutan: bagaimana prototipe ini terus dikembangkan melalui pembelajaran yang berkelanjutan, dukungan sekolah, dan penguatan kompetensi digital generasi muda di Rote Ndao.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: sulutnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top