Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Yonif TP 930 di Sumba Tengah, Tegaskan Prajurit Harus Bantu Kesulitan Warga

Penulis: Chandra Kusuma  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:00:30 WIB
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau Marshalling Area Yonif TP 930/Toda Tebi di Sumba Tengah.

SUMBA TENGAH — TNI Angkatan Darat menempatkan Yonif TP 930/Toda Tebi secara permanen di Katikutama, Kabupaten Sumba Tengah. Penempatan itu menjadikan batalyon tersebut salah satu ujung tombak pertahanan sekaligus pembangunan di wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur.

Kedatangan Sjafrie ke Marshalling Area Yonif TP 930 disambut langsung para prajurit. Ia menyebut pangkalan yang mereka tempati bukan hadiah, melainkan amanah dari rakyat melalui negara.

Apa Pesan Sjafrie kepada Prajurit Yonif TP 930?

Sjafrie menegaskan tugas utama prajurit adalah membuktikan pengabdian terbaik untuk membela dan mempertahankan kedaulatan NKRI. Ia juga mengingatkan pentingnya solidaritas dan jiwa korsa sebagai perekat bangsa di wilayah kepulauan.

"Kalian adalah prajurit Bhinneka Tunggal Ika! Di dalam batalyon ini tidak ada lagi suku-suku, semua menyatu menjadi satu kesatuan Tentara Nasional Indonesia. Pegang teguh slogan Batalyon 'Setia, Tangguh, Wibawa'. Jangan hanya diucapkan di mulut, tapi buktikan dengan keandalan menembak, beladiri, patroli, serta kesiapan menjalankan fungsi teritorial pembangunan!" kata Sjafrie.

Ia meminta slogan batalyon tidak berhenti sebagai hafalan. Keandalan menembak, bela diri, patroli, dan kesiapan menjalankan fungsi teritorial pembangunan disebut sebagai pembuktian nyata di lapangan.

Yonif TP 930 Punya Kualifikasi Ganda: Pertanian hingga Konstruksi

Selain fungsi pertahanan, Yonif TP memiliki kualifikasi ganda di bidang pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi. Batalyon ini dibekali peralatan modern untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat setempat.

Perangkat modern itu juga diarahkan mendukung percepatan pembangunan daerah. Bagi Sumba Tengah, kehadiran batalyon dengan kemampuan teknis tersebut diharapkan mempercepat penanganan persoalan warga di lapangan.

Sjafrie menempatkan rakyat sebagai pihak yang telah menyerahkan prajurit kepada negara. Karena itu, seluruh pakaian, perlengkapan, dan pangkalan yang dipakai prajurit disebut berasal dari rakyat.

"Rakyat adalah orang tua kalian yang telah menyerahkan kalian kepada negara. Seluruh pakaian, perlengkapan, dan pangkalanmu berasal dari rakyat. Pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Jaga disiplin, patuhi komando pimpinan, dan buat masyarakat di sekelilingmu merasa aman serta nyaman atas kehadiran Batalyon ini," kata Menhan.

Mengapa Penempatan Permanen di Sumba Tengah Penting?

Sumba Tengah berada di wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan ruang laut NTT. Kehadiran batalyon teritorial pembangunan di Katikutama memperkuat fungsi pengawasan wilayah sekaligus mendekatkan dukungan teknis ke desa-desa sekitar.

Sjafrie menutup peninjauan dengan menekankan disiplin dan kepatuhan pada komando pimpinan. Kehadiran batalyon, menurutnya, harus dirasakan warga sekitar sebagai jaminan rasa aman dan nyaman.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: politikindonesia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top