IWAPI Ende Kumpulkan 20 Pengusaha Perempuan Usai Gempa Flores, Bidik Akses Modal dan Digitalisasi UMKM

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:31:01 WIB
Ketua IWAPI Kabupaten Ende Selfi Indradewa menyampaikan sambutan pada acara pelantikan di Hotel Syfa Ende.

ENDE — Selfi Indradewa resmi memimpin IWAPI Kabupaten Ende setelah pelantikan di Hotel Syfa Ende. Ia menegaskan bahwa bencana gempa yang mengguncang Pulau Flores pada pertengahan Agustus lalu tidak boleh mematahkan semangat para pengusaha perempuan untuk kembali bergerak.

"Saya percaya bahwa bencana boleh mengguncang tempat usaha kita, tetapi tidak boleh mengguncang semangat kita untuk bangkit," ujar Selfi dalam sambutannya.

Pelantikan tersebut berlangsung di tengah kondisi pascabencana yang masih dirasakan pelaku UMKM di Kabupaten Ende. Selfi menyebut momen ini sebagai titik awal perjuangan bersama membangun kembali usaha yang terdampak.

Dampak Gempa Masih Terasa bagi Pelaku Usaha

Gempa Flores yang melanda pertengahan Agustus lalu memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan dunia usaha di Kabupaten Ende.

"Momentum ini menjadi semakin makna karena kita berada dalam situasi pascabencana gempa Flores yang telah memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat, termasuk para pelaku UMKM dan dunia usaha," tegas Selfi.

Hingga kini, IWAPI Kabupaten Ende telah menghimpun 20 pengusaha perempuan dari berbagai sektor. Bidang usaha yang digeluti anggota meliputi tenun ikat, kuliner, dan fashion. Sejumlah anggota berasal dari beberapa kecamatan di wilayah tersebut.

Perluasan Keanggotaan Menjangkau UMKM Skala Kecil

Pendataan terhadap seluruh perempuan pengusaha dan pelaku UMKM di Kabupaten Ende belum dilakukan secara menyeluruh. Selfi menilai masih banyak perempuan yang memiliki potensi usaha tetapi belum tersentuh organisasi.

Pihaknya berencana memperluas keanggotaan secara bertahap dengan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM, termasuk perempuan yang menjalankan usaha dalam skala kecil. IWAPI tidak menetapkan persyaratan khusus berdasarkan besarnya usaha.

"Pada prinsipnya, teman-teman yang mau bergabung silakan. Tidak ada standar bahwa usahanya harus kecil, menengah, atau besar. Kita memulai dari hal kecil, kemudian bersama-sama berkembang dan naik kelas," ungkap Selfi.

Akses Modal dan Digitalisasi Jadi Prioritas

Selfi ingin memperjuangkan akses permodalan yang lebih baik bagi UMKM. Peningkatan kemampuan digitalisasi dan pemasaran juga menjadi agenda utama kepengurusan baru.

Selain itu, ia mendorong produk lokal NTT agar semakin dikenal dan pasarannya semakin meluas. Menurutnya, perempuan pengusaha tidak hanya menjadi penerima program, tetapi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekonomi daerah.

"Kita ingin perempuan pengusaha di Kabupaten Ende tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu bangkit, berkembang, naik kelas dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat," kata dia.

Bupati Ende Dorong Kolaborasi dan Kemudahan Investasi

Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda menilai kehadiran IWAPI bukan sekadar organisasi, melainkan bentuk komitmen perempuan sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

"Peran ganda wanita ya selain sebagai istri, juga sebagai pengusaha. Dan ini yang paling penting adalah kita mau mencari cara tradisi kepemimpinan wanita di bidang ekonomi," tandas Yosef.

Yosef berharap IWAPI terus maju dan lebih solid. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, aman, dan perizinan yang mudah bagi para pengusaha.

"Jadi pemerintah ini berkomitmen benar untuk mempermudah menciptakan iklim investasi khususnya bagi pengusaha untuk apa ya untuk berinvestasi dengan kondisi yang kondusif, aman dan perizinan yang mudah," pungkas Bupati Yosef.

Selfi menyadari dirinya tidak dapat berjalan sendiri. Ia berharap terbangun kolaborasi nyata antara IWAPI dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Ende.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: ekorantt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top