Investor Asing Net Sell Rp 84,99 Triliun Sejak Awal 2026, IHSG Anjlok 29,79%

Penulis: Chandra Kusuma  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:34:31 WIB
Papan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia menunjukkan pergerakan IHSG yang masih tertekan sepanjang 2026.

NUSA TENGGARA TIMUR — Investor asing membukukan net sell Rp 84,99 triliun di pasar saham Indonesia sejak awal tahun hingga perdagangan 9 Oktober 2026. Sepanjang pekan 5–9 Oktober saja, aksi jual bersih mencapai Rp 2,44 triliun. Tekanan jual asing berjalan seiring anjloknya IHSG 29,79% sejak awal 2026, meski indeks sempat naik tipis 0,94% dalam sepekan ke level 6.093,759.

Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan aktivitas perdagangan saham pada periode 5–9 Oktober 2026 bergerak bervariasi. Rata-rata nilai transaksi harian justru mencatat kenaikan tertinggi, yakni 28,52% menjadi Rp 16,23 triliun dari Rp 12,63 triliun pada pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar BEI ikut meningkat 0,69% menjadi Rp 10.701 triliun dari Rp 10.627 triliun. Namun, rata-rata volume transaksi harian turun 7,62% menjadi 46,53 miliar saham dari 50,37 miliar saham, dan rata-rata frekuensi transaksi harian turun 0,27% menjadi 1,67 juta kali dari 1,68 juta kali.

"Data perdagangan saham di BEI selama periode 5–9 Oktober 2026 ditutup pada zona bervariasi," kata Sekretaris Perusahaan BEI Aulia Noviana Utami Putri dalam keterangan resmi.

IHSG Naik Tipis, Tapi Masih Tertekan Sepanjang Tahun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,94% dalam sepekan ke level 6.093,759, dari posisi 6.036,888 pada pekan sebelumnya. Kenaikan mingguan itu tidak cukup menutup kerugian besar yang sudah terjadi sejak Januari.

IHSG tercatat anjlok 29,79% sejak awal 2026. Tekanan jual asing yang mencapai Rp 84,99 triliun menjadi salah satu pemicu utama pelemahan indeks sepanjang tahun.

Tujuh Saham Penopang Kenaikan IHSG Pekan Ini

Sejumlah emiten menjadi motor penggerak indeks selama sepekan. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) memberi kontribusi terbesar, yakni 9,24 poin, seiring kenaikan harga sahamnya 11,88%.

  • PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang 7,71 poin, saham naik 4,1%
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berkontribusi 6,48 poin, saham naik 4,01%
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyumbang 6,45 poin, saham menguat 3,11%
  • PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyumbang 3,70 poin, saham naik 5,19%
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berkontribusi 3,34 poin, saham naik 3,51%
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyumbang 2,95 poin, saham naik 0,65%

OJK Sebut Kombinasi Faktor Global dan Domestik

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menilai tekanan pasar sepanjang tahun ini dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik. Dari sisi global, ketidakpastian geopolitik, gangguan distribusi komoditas, kenaikan harga komoditas yang mendorong inflasi, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia menjadi pemicu.

Ekspektasi suku bunga global bertahan tinggi lebih lama atau higher for longer juga menekan rupiah dan memengaruhi keputusan investasi. Dari dalam negeri, dinamika kebijakan dan implementasinya turut menjadi perhatian investor. Penilaian penyedia indeks global ikut memengaruhi strategi investasi, terutama investor asing.

"Tentu ke depan kami OJK tetap optimistis berkait dengan peluang pemulihan pasar domestik ke depannya, meskipun pergerakannya masih terus akan dipengaruhi berbagai dinamika kondisi global dan juga kinerja fundamental emiten di Bursa Efek Indonesia," kata Hasan dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK September.

Yang Dipantau Investor Pekan Depan

OJK bersama self-regulatory organization (SRO), pelaku pasar, dan pemangku kepentingan lain akan memperkuat transparansi, tata kelola, perlindungan investor, serta pendalaman pasar modal. Langkah itu diharapkan menambah kepercayaan investor domestik maupun asing, baik ritel maupun institusi.

Bagi investor, sinyal pemulihan sejauh ini baru terlihat dari kenaikan IHSG tipis dalam sepekan dan berbaliknya indeks dari titik terendah pada Juni lalu. Arus keluar dana asing masih menjadi variabel kunci yang menentukan arah indeks dalam beberapa pekan ke depan.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top