ATAMBUA — Pameran Pangan Lokal Tahun 2026 Kabupaten Belu resmi dibuka di Atambua, Jumat 2 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung hingga 3 Oktober 2026 itu menjadi ruang promosi bagi produk pangan lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Alexon Lumba, mengatakan pola pengembangan pangan lokal perlu diubah. Pelaku UMKM didorong tidak sekadar menghasilkan bahan mentah, tetapi mengolah dan mengemasnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Menurut Alexon, hilirisasi pangan lokal sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM. Langkah itu juga disebut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kita harus mengubah cara berpikir dari sekadar tanam, panen dan jual menjadi tanam, panen, olah, kemas dan jual," tegas Alexon saat membuka pameran.
Pemprov NTT turut mendorong pengembangan skema One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP). Akses pemasaran diperluas melalui NTT Mart dan berbagai jaringan pemasaran lainnya.
Alexon menyebut ada tiga hal penting yang harus diperkuat agar UMKM berkembang, yakni akses permodalan, pendampingan, dan perluasan pasar. Pendampingan mencakup peningkatan kualitas produk, legalitas usaha, kemasan, teknologi pengolahan, hingga pemasaran berbasis digital.
Produk lokal juga didorong masuk ke jaringan ritel, hotel, dan restoran. Upaya itu diperkuat melalui Gerakan Beli NTT.
"Dari petani kemudian ke UMKM. Dari UMKM kita menghasilkan produk yang berkualitas. Dari produk yang berkualitas kita menuju ke pasar dan tentunya akan mempunyai nilai tambah," ujarnya.
Pameran Pangan Lokal 2026 juga melibatkan sekitar 200 pelajar, guru, dan sanggar seni. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk memastikan pangan lokal tetap berkembang melalui kreativitas, teknologi, dan kewirausahaan.
Alexon mengungkapkan gagasan pengembangan satu hingga dua desa role model di setiap kabupaten di NTT. Gagasan itu telah dibahas bersama Wakil Bupati Belu dan diarahkan pada pola pembiayaan bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan pemerintah desa.
Usulan tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT untuk dibahas lebih lanjut.
Alexon berharap Pameran Pangan Lokal 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, pameran harus menjadi ruang promosi, kolaborasi, sekaligus pintu masuk bagi produk pangan lokal Belu menuju pasar yang lebih luas.
Ia mengajak masyarakat mencintai dan membeli produk daerah sebagai bentuk dukungan terhadap petani, nelayan, dan pelaku UMKM. Dukungan itu dinilai sekaligus memperkuat perekonomian lokal.