FEKDI x IFSE 2026 Digelar 24-26 September, Transaksi Digital Tumbuh 40,36%

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Minggu, 27 September 2026 | 08:04:01 WIB
Pembukaan FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta International Convention Center, 24 September 2026.

NUSA TENGGARA TIMUR — Transaksi ekonomi keuangan digital Indonesia tumbuh 40,36% secara year-on-year pada Agustus 2026, mencapai 6,11 miliar transaksi. Capaian itu menjadi salah satu sorotan dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) yang berlangsung di Jakarta International Convention Center, 24-26 September 2026.

Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menyelenggarakan FEKDI x IFSE 2026 dengan tema "Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional".

Acara dibuka Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Turut hadir Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu, serta Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

QRIS dan BI-FAST Jadi Tulang Punggung Transaksi Ritel

Pertumbuhan transaksi digital pada Agustus 2026 ditopang akseptasi QRIS yang mencapai 69,32 juta pengguna dan 47,11 juta merchant. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel melalui BI-FAST tercatat 549 juta transaksi dengan nilai Rp1.346 triliun.

Destry Damayanti menyampaikan bahwa transformasi digital perlu terus diakselerasi di tengah prospek ekonomi global yang belum kuat, ketidakpastian pasar keuangan yang tinggi, serta risiko digital yang semakin kompleks.

"FEKDI x IFSE 2026 menjadi wujud nyata sinergi untuk mengakselerasi ekonomi dan keuangan digital melalui kebijakan yang berdampak, inklusif, dan terintegrasi. Transformasi digital harus mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional," ujar Destry.

Ekonomi Digital Indonesia Terbesar di Asia Tenggara

Airlangga Hartarto menyoroti besarnya potensi ekonomi digital nasional. "Ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai mendekati USD100 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai USD180-340 miliar pada 2030," ujarnya.

Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui inovasi dan pengembangan talenta digital agar semakin inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan transformasi digital bukan sekadar menghadirkan teknologi yang semakin canggih, tetapi memastikan inovasi memberikan manfaat nyata bagi ekonomi riil.

"Karena itu, inovasi harus tumbuh dalam ekosistem yang aman, inklusif, dan didukung sinergi yang kuat," ujar Friderica.

Rakornas Pengendalian Inflasi Warnai Rangkaian Acara

FEKDI x IFSE 2026 disinergikan dengan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), disertai penganugerahan TPID Awards dan Championship TP2DD atas inovasi efisiensi tata kelola daerah.

Pada Agustus 2026, inflasi Indeks Harga Konsumen terjaga pada level 3,19% year-on-year, dengan inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) tercatat 4,06% year-on-year. Angka itu berada dalam kisaran sasaran tahun 2026 sebesar 2,5 plus minus 1%.

Tito Karnavian menegaskan atensi tinggi pada pengendalian inflasi di daerah. Koordinasi dengan seluruh kepala daerah mencakup perkembangan harga komoditas per wilayah, komoditas yang perlu menjadi perhatian, hingga solusi menjaga stabilitas harga.

Bank Indonesia bersama Pemerintah memperkuat bauran kebijakan dan sinergi TPID/TPIP melalui implementasi GPIPS serta antisipasi risiko gangguan cuaca El Nino agar inflasi tetap berada dalam sasaran.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: indexsumut.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top