NUSA TENGGARA TIMUR — Penurunan ini melanjutkan tren fluktuasi harga logam mulia di pasar domestik. Berdasarkan situs resmi Logam Mulia, harga buyback Antam hari ini juga turun Rp10 ribu dari posisi sebelumnya Rp2,490 juta per gram. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali Antam saat ini berada di kisaran Rp147 ribu per gram.
Pelemahan harga emas Antam terjadi di tengah pergerakan harga emas global yang masih dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Investor cenderung menahan diri menjelang rilis data inflasi AS yang dapat menentukan arah kebijakan moneter ke depan.
Selain Antam, harga emas batangan dari produsen lain juga terpantau bergerak pada hari ini. Berdasarkan situs HRTA Gold, harga emas BSI Gold ukuran 1 gram berada di level Rp2,470 juta dengan harga buyback dipatok Rp2,340 juta per gram.
Sementara itu, di Galeri24, emas batangan dijual dengan harga Rp2,576 juta per gram. Adapun emas produksi UBS dibanderol lebih tinggi, yakni Rp2,611 juta per gram. Variasi harga ini mencerminkan perbedaan biaya produksi dan margin masing-masing produsen.
Berikut rincian harga dasar emas Antam yang belum termasuk pajak untuk perdagangan Selasa (8/9):
Untuk emas BSI Gold, harga dasar ukuran 1 gram dipatok Rp2,470 juta dengan buyback Rp2,340 juta. Pada ukuran 5 gram, harga jualnya mencapai Rp12,160 juta, sementara harga beli kembali ditetapkan Rp11,700 juta.
Di Galeri24, emas ukuran 1 gram dijual Rp2,576 juta, sedangkan ukuran 10 gram dibanderol Rp25,192 juta. Untuk emas UBS, ukuran 1 gram dihargai Rp2,611 juta dan ukuran 10 gram mencapai Rp25,472 juta.
Selisih harga jual dan buyback yang cukup lebar membuat investor perlu mempertimbangkan aspek likuiditas saat membeli emas batangan fisik. Emas tetap menjadi salah satu instrumen lindung nilai yang banyak digunakan masyarakat Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.