Pertamina Patra Niaga Jangkau Korban Gempa di Dusun Terpencil Manggarai Timur, 45 Kepala Keluarga Terima Bantuan

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:16:02 WIB
Relawan Pertamina Patra Niaga menyeberangi sungai selebar 100 meter untuk menjangkau Dusun Watu Hedok di Manggarai Timur, NTT, Selasa (25/8/2026).

Tim gabungan relawan Pertamina Patra Niaga bersama Pertamina Foundation dan relawan lokal menjadi pihak pertama yang menjangkau Dusun Watu Hedok, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, NTT, Selasa (25/8/2026). Lokasi yang berjarak 15 kilometer dari Kecamatan Reok itu baru tersentuh bantuan setelah warga menunggu selama berhari-hari pascagempa.

MANGGARAI TIMUR — Dusun Watu Hedok yang berada di puncak bukit akhirnya kebagian bantuan logistik. Sebanyak 45 kepala keluarga di permukiman terpencil itu menerima paket bahan makanan, obat-obatan, terpal, matras, hingga perlengkapan bayi dari tim Pertamina Patra Niaga, Selasa (25/8/2026).

Perjalanan ke lokasi bukan perkara mudah. Relawan harus menyeberangi sungai selebar 100 meter dengan kedalaman air setinggi pinggang orang dewasa, lalu melanjutkan perjalanan kaki menanjak sebelum tiba di area landai yang menjadi tempat 18 bangunan rumah warga.

Rintangan Medan: Sungai 100 Meter dan Jalan Berbatu Satu Jam

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengungkapkan timnya menempuh perjalanan satu jam melewati jalan berbatu untuk mencapai Dusun Watu Hedok. Lokasi ini berjarak 15 kilometer dari Kecamatan Reok, Manggarai, NTT.

"Mereka menempuh perjalanan satu jam, melewati jalan berbatu, guna menyalurkan bantuan logistik langsung kepada korban gempa yang belum tersentuh bantuan sejak hari pertama bencana," ujar Kitty dalam keterangan resminya, Rabu (26/8/2026).

Warga Tidur di Tenda Darurat, Pasien Stroke Butuh Penanganan Segera

Erly Yeniska Hermitasari, relawan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus yang ikut dalam pengiriman bantuan, menuturkan kondisi warga di dusun tersebut memprihatinkan. Rumah-rumah warga tersusun membentuk huruf U dengan tenda darurat bersama di bagian tengah yang digunakan untuk tempat tidur anak-anak dan lansia.

Di antara warga yang tinggal di dusun tersebut terdapat anak-anak, lansia, serta penderita stroke yang membutuhkan penanganan medis segera. Kondisi cuaca ekstrem memperparah keadaan—siang hari sangat panas, sementara malam hari dingin seperti di puncak gunung.

"Warga tidak berani tidur di dalam rumah karena takut gempa susulan. Bantuan yang masuk ke lokasi perbukitan itu benar-benar baru dari Pertamina," tambah Erly.

Warga: Baru Tim Pertamina Posko Reo yang Sampai ke Tempat Kami

Salah satu warga Dusun Watu Hedok, Rudoltus Wol, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran tim Pertamina. Ia mengakui belum ada tim lain yang mampu menjangkau permukiman mereka sejak gempa terjadi.

"Baru tim dari Pertamina Posko Reo yang sampai ke tempat kami," ungkapnya.

Kitty menambahkan, penyaluran bantuan ke daerah terpencil ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat pada situasi krisis. Pertamina Patra Niaga tidak hanya fokus pada ketahanan energi nasional, tetapi juga sigap dalam penanggulangan bencana kemanusiaan.

"Kami berkomitmen mendampingi dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan," sebut Kitty.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top