MANGGARAI TIMUR — Tim gabungan Pertamina Patra Niaga menyalurkan bantuan logistik ke Dusun Watu Hedok yang selama ini terisolasi pascagempa bumi. Pemukiman di perbukitan itu menjadi salah satu titik paling sulit dijangkau karena akses jalan yang ekstrem.
Relawan menempuh perjalanan darat berbatu sejauh 15 kilometer dari kawasan Kecamatan Reok. Bantuan berupa bahan makanan, obat-obatan, terpal, matras, dan perlengkapan bayi akhirnya tiba di lokasi yang dihuni 45 kepala keluarga itu.
Relawan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Erly Yeniska Hermitasari, menuturkan kondisi medan yang sangat menantang. Tim harus melintasi perairan berarus deras setinggi pinggang orang dewasa sambil membawa perlengkapan bayi dan terpal.
"Setelah menyeberang sungai, kami harus menanjak lagi berjalan kaki sampai sandal basah hingga kering sendiri di jalan. Ternyata di atas sana ada area landai yang diisi sekitar 18 bangunan rumah. Posisi rumah mereka membentuk huruf 'U', dan di bagian tengahnya dibuatkan tenda darurat bersama untuk tidur anak-anak dan lansia," ujar Erly.
Cuaca ekstrem memperparah kondisi warga. Siang hari terik menyengat, sementara malam hari suhu turun drastis seperti di puncak gunung. Ketakutan akan gempa susulan membuat warga memilih bertahan di tenda darurat dibanding tidur di dalam rumah.
Sejumlah lansia dan penderita stroke di dusun tersebut membutuhkan penanganan medis cepat. Erly menambahkan, bantuan yang masuk ke lokasi perbukitan itu benar-benar baru pertama kali datang dari Pertamina.
Salah satu warga, Rudoltus Wol, menyampaikan rasa harunya saat tim relawan akhirnya tiba. Ia mengaku warga sudah berhari-hari menantikan uluran bantuan dalam kepasrahan.
"Pertamina betul-betul peduli dengan kami yang sedang tertimpa musibah saat ini. Puji Tuhan, atas kedatangan Ibu dan Bapak ke sini, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Baru tim dari Pertamina Posko Reo yang bisa muncul dan sampai ke tempat kami," kata Rudoltus.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan penyaluran logistik dilakukan merata hingga daerah terisolasi pada Rabu (26/8/2026). Pihaknya menegaskan komitmen perusahaan dalam aksi kemanusiaan, tidak hanya terbatas pada ketahanan energi nasional.
"Pertamina Patra Niaga tidak hanya fokus mengamankan ketahanan energi nasional, tetapi juga sigap bertindak dalam penanggulangan bencana kemanusiaan. Kami berkomitmen untuk terus bergerak cepat, menerjang medan tersulit sekalipun, demi mendampingi dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan," kata Kitty.