Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur bersama Kantor Imigrasi Labuan Bajo menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak gempa di Desa Cunca Wulang, Kabupaten Manggarai Barat. Bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas aparatur negara di tengah masa pemulihan pascagempa yang masih diiringi gempa susulan.
LABUAN BAJO — Warga Warsawe, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, menerima bantuan dari jajaran Keimigrasian NTT pada Senin lalu. Bantuan ini datang di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, mengingat gempa susulan masih terus terjadi hingga saat ini.
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi NTT Saroha Manullang menyebutkan bahwa kehadiran instansinya di lokasi bencana bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri.
"Kami hadir di tengah masyarakat bukan hanya dalam kapasitas sebagai aparatur pemerintah, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut merasakan apa yang sedang Bapak dan Ibu hadapi," ujarnya di hadapan para korban di Labuan Bajo, Senin.
Bantuan yang disalurkan merupakan hasil kolaborasi antara Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, Kantor Imigrasi Labuan Bajo, dan para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIX Tahun 2026. Para peserta tersebut berasal dari beragam institusi, mulai dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kejaksaan Republik Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, hingga Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia.
Saroha mengakui nilai bantuan yang diberikan mungkin tidak sebanding dengan kerugian yang dialami warga. Namun, ia berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban harian warga yang sedang dilanda ujian.
Di tengah penyaluran bantuan, Saroha menyampaikan pesan penguatan kepada warga agar tetap optimistis menghadapi kondisi pascabencana. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong sebagai kunci utama melewati masa sulit ini.
"Yang terpenting adalah kita tetap kuat, saling membantu dan saling menguatkan. Jangan kehilangan harapan. Bersama-sama kita bangkit dan melewati masa sulit ini," katanya.
Kegiatan kemanusiaan ini sekaligus menegaskan komitmen jajaran imigrasi yang tidak hanya berfokus pada pelayanan keimigrasian. Melalui aksi sosial ini, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT ingin menunjukkan kehadiran nyata di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat #KamiAdaBersamaRakyat dan #ImigrasiUntukRakyat.