LABUAN BAJO — Rencana dialog yang sempat dinanti pelaku pariwisata di Puncak Waringin, Labuan Bajo, batal digelar. Widiyanti Putri Wardhana yang telah tiba sejak Minggu (9/8) batal menemui para pemangku kepentingan setempat lantaran harus mengikuti rapat daring dengan Menteri Sekretaris Negara (Setneg).
Padahal, persiapan teknis di lokasi acara telah rampung. Sejumlah pegawai Dinas Pariwisata, Satpol PP, dan Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Manggarai Barat tampak berjaga di lantai satu gedung. Di lantai dua, tempat dialog direncanakan berlangsung, pegawai Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terpaksa melipat kembali sarung tenun dan merapikan meja yang telah disusun.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, pembatalan tersebut bukan karena kendala teknis, melainkan karena adanya agenda mendadak dari pusat. Seorang pegawai BPOLBF membenarkan bahwa sang menteri harus mengikuti rapat melalui sambungan zoom.
"Kegiatan batal. Ibu Menteri rapat dengan Setneg melalui zoom," ujar pegawai BPOLBF di lokasi kegiatan.
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Manggarai Barat, Peter A. Rasyid, membenarkan kabar pembatalan tersebut. Namun, ia mengaku belum mendapat penjelasan resmi mengenai penyebab pastinya.
"Batal, saya belum tahu (penyebab dialog itu batal). Kayaknya bisa konfirmasi dengan tim BPOLBF, mereka yang keluarkan undangan," kata Peter.
Dialog yang dijadwalkan mulai pukul 09.30 Wita itu sejatinya menjadi wadah bagi Widiyanti untuk menyampaikan enam isu strategis kepariwisataan di Labuan Bajo. Isu-isu tersebut dinilai krusial bagi keberlanjutan sektor pariwisata super premium di kawasan itu, mulai dari tata kelola destinasi hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Pembatalan ini menjadi pukulan tersendiri bagi pelaku usaha kecil di sekitar Puncak Waringin. Mereka telah menyiapkan dagangan dan menyambut kehadiran menteri sejak pagi.
"UMKM sudah siap," ujar seorang pelaku UMKM di lokasi dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan mengenai jadwal ulang pertemuan antara Menteri Pariwisata dengan para pelaku industri di Labuan Bajo. Kondisi ini memicu tanda tanya di kalangan penggiat wisata yang berharap ada solusi konkret atas sejumlah persoalan di destinasi super prioritas tersebut.
Pembatalan mendadak ini juga menjadi perhatian karena Labuan Bajo tengah menjadi sorotan nasional terkait kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung pariwisata. Para pelaku usaha berharap komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus berjalan meski agenda kali ini gagal terlaksana.