NUSA TENGGARA TIMUR — Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat, dari total investor yang memesan, sebanyak 88.737 orang memilih tenor 3 tahun (ORI030T3) dan 19.752 investor membidik tenor 6 tahun (ORI030T6). Sebanyak 5.943 investor tercatat berpartisipasi pada kedua seri tersebut.
Menariknya, gelombang investor baru ikut meramaikan penerbitan kali ini. DJPPR mencatat 31.287 investor merupakan wajah baru di Surat Utang Negara (SUN) ritel, dan 19.417 lainnya baru pertama kali bertransaksi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) ritel.
Pemerintah menetapkan kupon 6,90% untuk seri ORI030T3 dan 7,00% untuk ORI030T6. Level ini dinilai tetap menarik bagi investor ritel, dengan pertimbangan stabilitas ekonomi dan inflasi yang terkendali.
Pemasaran seri ORI030 kali ini tidak hanya mengandalkan platform konvensional. DJPPR menggencarkan program literasi keuangan secara masif, baik melalui platform daring maupun luring, serta mengoptimalkan media sosial untuk menjangkau investor muda.
Seluruh dana yang terkumpul dari penerbitan ORI030 akan dialokasikan untuk memenuhi target pembiayaan dalam APBN 2026. Langkah ini menjadi instrumen penting pemerintah dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di tengah dinamika ekonomi global.
Dominasi investor milenial dan generasi muda dalam pemesanan ORI030 mencerminkan pergeseran basis investor SBN ritel. Pemerintah berharap tren ini terus berlanjut seiring meningkatnya literasi keuangan masyarakat terhadap instrumen investasi berisiko rendah.
Dengan total pemesanan yang solid, ORI030 menjadi salah satu instrumen penerimaan pembiayaan yang signifikan bagi kas negara pada tahun ini.