Pemerintah Raup Rp40 Triliun dari ORI030, Investor Milenial Mendominasi Pemesanan

Penulis: Chandra Kusuma  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:35:01 WIB
Petugas menunjukkan dokumen investasi saat sosialisasi ORI030 kepada investor muda di Nusa Tenggara Timur.

NUSA TENGGARA TIMUR — Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat, dari total investor yang memesan, sebanyak 88.737 orang memilih tenor 3 tahun (ORI030T3) dan 19.752 investor membidik tenor 6 tahun (ORI030T6). Sebanyak 5.943 investor tercatat berpartisipasi pada kedua seri tersebut.

Menariknya, gelombang investor baru ikut meramaikan penerbitan kali ini. DJPPR mencatat 31.287 investor merupakan wajah baru di Surat Utang Negara (SUN) ritel, dan 19.417 lainnya baru pertama kali bertransaksi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) ritel.

Kupon 6,90% dan 7,00% Masih Kompetitif di Tengah Inflasi Terjaga

Pemerintah menetapkan kupon 6,90% untuk seri ORI030T3 dan 7,00% untuk ORI030T6. Level ini dinilai tetap menarik bagi investor ritel, dengan pertimbangan stabilitas ekonomi dan inflasi yang terkendali.

Pemasaran seri ORI030 kali ini tidak hanya mengandalkan platform konvensional. DJPPR menggencarkan program literasi keuangan secara masif, baik melalui platform daring maupun luring, serta mengoptimalkan media sosial untuk menjangkau investor muda.

Target Pembiayaan APBN 2026 dan Profil Investor Baru

Seluruh dana yang terkumpul dari penerbitan ORI030 akan dialokasikan untuk memenuhi target pembiayaan dalam APBN 2026. Langkah ini menjadi instrumen penting pemerintah dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di tengah dinamika ekonomi global.

Dominasi investor milenial dan generasi muda dalam pemesanan ORI030 mencerminkan pergeseran basis investor SBN ritel. Pemerintah berharap tren ini terus berlanjut seiring meningkatnya literasi keuangan masyarakat terhadap instrumen investasi berisiko rendah.

Dengan total pemesanan yang solid, ORI030 menjadi salah satu instrumen penerimaan pembiayaan yang signifikan bagi kas negara pada tahun ini.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top