KUPANG — Bupati Kupang Yosef Lede memastikan pemerintah daerah tidak akan mentoleransi sedikit pun intervensi dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2026. Ia menegaskan seluruh jajaran, mulai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, kecamatan, hingga panitia pelaksana, wajib bersikap netral dan profesional selama tahapan berlangsung.
“Kita berikan kesempatan yang sama bagi siapa saja yang ingin maju membangun desanya. Jangan ada yang dihalangi jika memang memenuhi syarat, dan jangan ada yang dipaksakan jika tidak memenuhi syarat. Tujuannya satu, agar yang terpilih kelak benar-benar putra-putri pilihan rakyat, bukan hasil rekayasa pihak tertentu,” tegas Yosef Lede seusai membuka rapat koordinasi di GOR Komitmen Desa Oelnasi, Senin (3/8/2026).
Yosef Lede mengingatkan bahwa risiko perselisihan dan gugatan hukum hanya akan muncul apabila pemerintah dan panitia gagal bersikap adil. Menurutnya, seluruh tahapan pemilihan harus dikerjakan dengan benar dan tertib agar tidak ada celah bagi pihak manapun untuk mempermasalahkan hasil akhir Pilkades.
“Kunci keberhasilan pelaksanaan ini terletak pada sikap netral pemerintah, dinas terkait, kecamatan, dan panitia dalam setiap proses yang dilakukan,” ujarnya.
Bupati juga menekankan larangan tegas bagi siapapun yang mencoba memaksakan calon yang tidak memenuhi syarat untuk lolos seleksi. Sebaliknya, calon yang memenuhi ketentuan tidak boleh dihalangi haknya untuk bertarung dalam pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
Selain persoalan netralitas, pemerintah daerah menyoroti pentingnya akurasi data pemilih. Yosef Lede meminta panitia melakukan pemutakhiran data secara cermat untuk mencegah duplikasi, sehingga setiap warga yang memiliki hak suara dapat menyalurkannya dengan baik pada hari pemungutan suara.
Hingga saat ini, jadwal pasti pelaksanaan Pilkades 2026 belum ditetapkan. Namun diperkirakan pemilihan akan digelar pada Desember mendatang, dengan tahapan persiapan yang mulai disusun oleh pemerintah kabupaten.
Dalam waktu dekat, Bupati berencana mengumpulkan seluruh panitia yang terbentuk di 32 desa untuk diberikan arahan langsung. Ia memastikan panitia yang bertugas nantinya harus bekerja profesional dan tidak berpihak kepada calon manapun.
“Setelah panitia di 32 desa terbentuk, saya akan mengumpulkan seluruh panitia untuk memberikan arahan agar senantiasa bekerja secara profesional. Tidak berpihak kepada siapapun, dan menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku,” pungkas dia.