KUPANG — Warga Dusun Motaulun di Kabupaten Malaka tak lagi harus bergelut dengan kegelapan malam. Setelah pembangunan jaringan Listrik Desa (Lisdes) rampung, PLN kini memasuki tahap krusial: uji kelayakan atau commissioning test.
Manager PLN UP2K Kupang Albertus Koko Hendriyanto menyebut proses ini wajib untuk memastikan seluruh infrastruktur memenuhi standar teknis, keselamatan, dan keandalan. "Momentum menjelang Hari Kemerdekaan RI ini terasa sangat bermakna," ujarnya di Kupang, Kamis.
Albertus menekankan bahwa kehadiran listrik di Motaulun diharapkan lebih dari sekadar penerangan. "Kami berharap listrik di Dusun Motaulun tidak hanya menyalakan lampu, tetapi juga menyalakan peluang ekonomi baru, meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat layanan kesehatan, serta memacu kesejahteraan warga secara berkelanjutan," kata dia.
Kepala Desa Tafuli Martha Tafuli menyambut antusias progres ini. Ia mengaku warga sudah menyaksikan langsung uji coba jaringan yang telah lama dinantikan.
"Kami sangat bersyukur karena hadirnya listrik akan membantu aktivitas malam hari, anak-anak bisa belajar lebih maksimal, dan warga tidak lagi hidup dalam kegelapan. Ini menjadi kado yang sangat berarti bagi kami menjelang HUT ke-81 RI," ujar Martha.
Program Lisdes merupakan bagian dari strategi PLN memperluas akses listrik ke daerah terpencil dan perbatasan. General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan energi berkeadilan.
"Semangat HUT ke-81 RI menjadi pendorong bagi PLN untuk terus menghadirkan energi yang berkeadilan hingga ke ceruk-ceruk desa dan wilayah terluar. Bagi kami, listrik adalah fondasi kemajuan," katanya.
PLN menargetkan penyaluran listrik dapat segera dilakukan setelah seluruh tahapan pengujian dinyatakan memenuhi standar. Dengan begitu, masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste itu bisa segera menikmati layanan listrik untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik.