MALAKA — Kepemimpinan Louise Lucky Taolin di DPC PKB Kabupaten Malaka kembali mendapat mandat untuk lima tahun ke depan. Ia resmi ditetapkan sebagai ketua periode 2026–2031 melalui Muscab yang dipusatkan di Jakarta. Keputusan ini sekaligus menempatkan Malaka sebagai salah satu dari segelintir daerah di NTT yang tidak mengalami rotasi kepemimpinan partai berlambang bola dunia itu.
Dalam pengumuman yang disiarkan secara virtual, DPP PKB merilis susunan kepengurusan untuk 21 kabupaten dan 1 kota di Nusa Tenggara Timur. Dari seluruh daerah itu, hanya Kabupaten Malaka dan Timor Tengah Selatan yang mempertahankan ketua lama. Fakta ini menunjukkan kepercayaan penuh DPP terhadap kepemimpinan Kim Taolin dan Religius L. Usfunan di wilayah perbatasan.
Kim Taolin, sapaan akrab Louise Lucky Taolin, tidak hanya menerima amanah. Ia langsung memasang target ambisius untuk Pemilu 2029: merebut lima kursi DPRD Kabupaten Malaka. Angka ini naik signifikan dari perolehan saat ini yang hanya dua kursi. Target itu menjadi pekerjaan rumah utama bagi kepengurusan barunya di daerah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste tersebut.
Kepada media, Kim Taolin menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada DPP PKB yang kembali memberikan kepercayaan kepadanya. "Ini amanah besar. Saya bersama jajaran akan bekerja keras untuk memenangkan hati rakyat Malaka," ujarnya. Ia juga berkomitmen memperkuat struktur partai hingga tingkat desa agar mesin politik berjalan optimal.
Muscab serentak ini menjadi momen konsolidasi PKB di NTT menjelang pemilu legislatif. Dari 22 daerah, mayoritas mengalami pergantian ketua. Pola ini menunjukkan strategi DPP untuk menyegarkan kepemimpinan di sejumlah wilayah. Namun, di Malaka dan TTS, stabilitas menjadi pilihan utama.