SOE — PAN Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) memulai langkah politik jangka panjang dengan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) serentak di 32 kecamatan, Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Petra ini menjadi fondasi strategi partai menghadapi Pemilu Legislatif dan Pilkada 2029.
Ketua DPD PAN TTS Viktor I. Soinbala menyebut pembaruan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di tingkat kecamatan bukan sekadar rutinitas organisasi. “Pembaruan pengurus kecamatan bertujuan untuk mempersiapkan strategi pemilu, baik legislatif maupun Pilkada mendatang,” ujarnya kepada media.
Target partai kali ini terbilang ambisius. PAN TTS optimistis bisa mengirimkan kadernya ke Senayan pada 2029, didukung oleh sejumlah tokoh berpengaruh di kabupaten dengan populasi lebih dari 450 ribu jiwa itu.
Pantauan di lokasi, para kader PAN tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Semangat persatuan dan soliditas terus digaungkan sebagai modal utama memperkuat partai di tingkat bawah.
Muscab serentak ini menjadi pembeda dari pola sebelumnya yang dilakukan secara bertahap. Dengan metode baru ini, PAN TTS ingin memastikan seluruh struktur di 32 kecamatan rampung dalam waktu bersamaan, sehingga konsolidasi bisa berjalan lebih cepat dan efisien.
Selama ini, PAN di TTS belum pernah berhasil meloloskan wakilnya ke DPR RI. Namun, kombinasi antara pembaruan kepengurusan hingga tingkat ranting dan dukungan tokoh-tokoh lokal disebut menjadi faktor pengubah peta politik.
Viktor menambahkan, strategi pemenangan akan difokuskan pada penguatan basis di daerah pemilihan yang selama ini menjadi kantong suara potensial. “Kami tidak hanya membangun mesin partai, tapi juga memperkuat jejaring dengan tokoh masyarakat dan pemuda,” katanya.
Langkah PAN TTS ini diprediksi akan memicu dinamika baru di panggung politik daerah. Dengan konsolidasi yang dimulai sejak 2026—tiga tahun sebelum pemilu—partai berlambang matahari putih ini memberi sinyal keseriusan untuk menjadi pemain utama di TTS.
Sejumlah pengamat politik lokal menilai, jika konsolidasi berjalan mulus dan dukungan tokoh benar-benar solid, bukan tidak mungkin PAN TTS bisa memecah dominasi partai-partai besar yang selama ini menguasai kursi legislatif di provinsi berbasis kepulauan tersebut.