Wali Kota Kupang Letakkan Batu Pertama Kantor Kopdit Pintu Air, Target Layani 14 Ribu Anggota Nelayan dan Petani

Penulis: Endra Sanjaya  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 19:48:01 WIB
Wali Kota Kupang, Christian Widodo, meletakkan batu pertama pembangunan kantor baru Kopdit Pintu Air di Kelapa Lima.

KUPANG — Christian Widodo mengibaratkan koperasi sebagai kapal yang harus berlayar membelah lautan masalah ekonomi, bukan sekadar bersandar di dermaga. Pernyataan itu ia sampaikan saat meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Kantor KSP Kopdit Pintu Air Cabang Kupang di Kelurahan Kelapa Lima, Selasa (2/6/2026).

14 Ribu Anggota di Kota Kupang, Basis Nelayan dan Petani Jadi Prioritas

Ketua Pengurus Pusat KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, menyebutkan saat ini koperasi memiliki sekitar 14 ribu anggota di wilayah Kota Kupang. Pelayanan selama ini menjangkau melalui kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kelompok pelayanan.

“Basis yang kami tangani adalah nelayan, tani, ternak dan buruh. Ini basis yang sangat rentan dalam kehidupan sosial masyarakat,” kata Jano.

Gedung Baru Ditargetkan Rampung dalam Setahun

Jano menargetkan pembangunan gedung tiga lantai tersebut selesai dalam waktu satu tahun. “Mudah-mudahan tahun depan kita bisa meresmikannya dan Bapak Wali Kota dapat hadir kembali,” ujarnya.

Gedung baru tidak hanya menjadi pusat pelayanan administrasi dan keuangan. Jano menambahkan, fasilitas ini diharapkan mendukung berbagai program pemberdayaan ekonomi anggota yang selama ini berjalan.

Apresiasi Wali Kota: 13 Tahun Kopdit Pintu Air Bantu Perekonomian Warga

Christian Widodo mengapresiasi kontribusi Kopdit Pintu Air yang telah beroperasi selama 13 tahun di Kota Kupang. Menurutnya, perjalanan panjang itu membuktikan konsistensi pengurus dan anggota dalam membangun lembaga kepercayaan masyarakat.

“Tentu 13 tahun itu bukan perjalanan yang singkat. Ada pengorbanan, kerja keras, air mata dan semangat yang tidak pernah lelah sehingga koperasi ini bisa terus berkembang sampai hari ini,” katanya.

Ia menegaskan, koperasi telah membantu pemerintah kota dalam memajukan ekonomi masyarakat lewat layanan keuangan. “Kopdit ini tidak dibuat untuk duduk-duduk gagah-gagahan, tetapi untuk membelah lautan masalah ekonomi yang ada di Kota Kupang,” tegas Christian.

Stunting dan Masalah Sosial Jadi Perhatian Koperasi

Jano mengungkapkan, tantangan yang dihadapi kelompok nelayan dan petani tidak hanya soal ekonomi. Persoalan pendidikan dan kesehatan, termasuk stunting akibat kekurangan gizi, masih ditemukan di banyak kampung.

“Baik ekonomi maupun sosial pendidikan, basis-basis ini selalu mengalami kesulitan. Bahkan di banyak kampung masih ditemukan persoalan stunting akibat kekurangan gizi dan kurang makan,” ujarnya.

Kopdit Pintu Air berupaya menghadirkan layanan keuangan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan aset, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan anggota dan keluarganya melalui semangat gotong royong.

Kegiatan peletakan batu pertama diawali dengan misa syukur yang dipimpin oleh Romo Rudi. Acara dihadiri jajaran pengurus, pengawas, manajemen KSP Kopdit Pintu Air, perwakilan anggota, serta unsur pemerintah setempat.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: ekorantt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top