KUPANG — Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi membuka pintu bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Layanan ini sudah mulai berjalan per Senin (1/6) setelah rumah sakit pendidikan itu menuntaskan proses kredensialing dan sinkronisasi sistem dengan BPJS Kesehatan.
Sebelum resmi beroperasi sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), RSU Undana menjalani serangkaian verifikasi. Direktur RSU Undana, dr. Efrisca M. Br Damanik, menyebutkan rumah sakit telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan BPJS Kesehatan.
"Mulai 1 Juni 2026, kami siap menerima pasien peserta JKN. Fokus kami bukan hanya pada aksesibilitas, tetapi juga mutu pelayanan yang spesialistik dan akuntabel sesuai standar yang ditetapkan BPJS Kesehatan," kata Efrisca di Kupang, Selasa.
Proses integrasi sistem dilakukan melalui aplikasi Health Facilities Information System (HFIS). Langkah ini memastikan data administrasi dan riwayat medis pasien bisa terhubung secara digital antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan.
Sebagai FKRTL, RSU Undana tidak hanya melayani rawat jalan dan rawat inap tingkat lanjutan. Rumah sakit ini juga menyediakan ruang perawatan khusus serta layanan subspesialistik yang didukung tenaga medis dari fakultas kedokteran setempat.
Keberadaan rumah sakit berbasis akademik ini diharapkan bisa menjadi alternatif rujukan. Efrisca menambahkan, kapasitas baru ini dinilai mampu mengurangi kepadatan antrean di rumah sakit pemerintah lain yang selama ini menjadi tujuan utama pasien JKN di NTT.
Keunggulan lain RSU Undana terletak pada fungsinya sebagai laboratorium riset. Pelayanan kesehatan di rumah sakit ini diintegrasikan dengan pengembangan ilmu kedokteran dan penelitian, sehingga kualitas penanganan pasien diharapkan terus meningkat.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang Ario Trisaksono dan Direktur RSU Undana dr. Efrisca M. Br Damanik. Langkah ini sekaligus memperkuat peran Universitas Nusa Cendana dalam mendukung program jaminan kesehatan nasional di daerah.