KUPANG — Kombes Pol. Enriko Sugiharto Silalahi membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, yang menegaskan peran Pancasila sebagai bintang penuntun bangsa. Tema yang diusung tahun ini adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia".
Dalam amanat yang dibacakan Irwasda, Kepala BPIP menyebut bahwa di tengah dunia yang diwarnai konflik dan ancaman perpecahan, Indonesia tetap kokoh sebagai bangsa majemuk. "Pancasila adalah jangkar moral bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya telah menjaga keutuhan bangsa yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya dalam satu ikatan kebangsaan yang kuat," demikian kutipan yang dibacakan di hadapan para Pejabat Utama, personel Polri, dan ASN Polda NTT.
Pancasila dinilai bukan hanya alat pemersatu di dalam negeri, tetapi juga fondasi bagi kontribusi Indonesia di kancah internasional. Melalui politik luar negeri bebas aktif, Indonesia terus berkontribusi dalam misi perdamaian PBB, diplomasi kemanusiaan, hingga mediasi konflik regional. Kepala BPIP mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi dan kemajuan teknologi harus tetap berpijak pada nilai moral dan kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila.
Usai upacara, Kombes Pol. Enriko Sugiharto Silalahi menegaskan bahwa peringatan ini menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri. "Momentum Hari Lahir Pancasila ini menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya anggota Polri, untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan menjunjung tinggi kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan semangat gotong royong, Polri dapat terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.
Menurut Kombes Enriko, semangat Pancasila sejalan dengan komitmen Polda NTT dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Ia berharap seluruh personel semakin memperkuat semangat nasionalisme dan menjadi teladan dalam mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPIP melalui amanatnya mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dinilai krusial agar Pancasila tidak hanya menjadi simbol negara, melainkan benar-benar menjadi pedoman bertindak di era digital yang penuh tantangan.
Mengakhiri rangkaian upacara, Irwasda Polda NTT menyampaikan pesan penutup yang menegaskan komitmen institusi. "Selamat Hari Lahir Pancasila. Pancasila akan selalu hidup dalam setiap pengabdian untuk bangsa dan negara," tutup Kombes Pol. Enriko Sugiharto Silalahi.