KUPANG — Selepas melayani administrasi publik di kantor desa, Yosua Alberdes Kauna berganti peran. Pria yang menjabat sebagai Sekretaris Desa Nitneo itu mengemudikan mobil rental di kawasan Pelabuhan Ferry Bolok, Kupang Barat, untuk mencari penghasilan tambahan.
Bagi sebagian orang, jabatan sebagai aparatur desa mungkin menjadi alasan untuk menjaga gengsi. Namun Yosua berpandangan sebaliknya. Ia tidak ingin berpuas diri hanya mengandalkan satu sumber pendapatan.
“Selagi masih ada kesempatan untuk berusaha, mengapa tidak? Yang penting dilakukan dengan baik dan penuh tanggung jawab,” ujarnya Sabtu (30/5/26).
Pada pagi hingga sore hari, Yosua mengurus berbagai kebutuhan pelayanan publik di kantor desa. Setelah jam kerja usai, ia langsung menuju Pelabuhan Bolok untuk mengantar penumpang yang membutuhkan jasa transportasi.
Suami dari Leny Karsten ini mengaku pekerjaan sampingan itu menjadi cara untuk memanfaatkan waktu luang secara produktif. Ia tidak membiarkan jabatan menjadi alasan untuk berhenti bekerja lebih keras.
Yosua meyakini bahwa kerja keras adalah bagian dari teladan yang harus ditunjukkan kepada masyarakat. Motto hidup yang selalu dipegangnya sederhana: “Belajar menjadi lebih baik dari hari ke hari.”
Baginya, setiap pengalaman, pekerjaan, dan tantangan merupakan kesempatan untuk terus bertumbuh. Kehormatan seseorang tidak ditentukan oleh jenis pekerjaannya, melainkan oleh integritas dan kejujuran.
Di sela kesibukannya, Yosua juga menaruh perhatian besar terhadap perkembangan ekonomi masyarakat. Desa Nitneo yang berpenduduk sekitar 1.564 jiwa itu sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Komoditas andalan warga adalah semangka atau yang dikenal dengan sebutan poteka. Sekitar 70 hingga 80 persen warga menanam semangka, baik pada musim hujan maupun kemarau.
“Poteka menjadi sumber penghasilan utama banyak keluarga di Nitneo. Masa tanamnya relatif singkat, sekitar dua sampai tiga bulan, sehingga hasilnya bisa lebih cepat dirasakan masyarakat,” katanya.
Budidaya semangka dalam beberapa tahun terakhir terbukti mampu meningkatkan pendapatan petani. Tingginya permintaan pasar membuat komoditas itu menjadi salah satu penggerak utama perekonomian desa.
Bagi Yosua, keberhasilan para petani menunjukkan bahwa kesejahteraan tidak datang secara instan. Prinsip yang sama ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari: kerja keras, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar.
Dari ruang pelayanan desa hingga jalanan menuju Pelabuhan Bolok, Yosua Kauna menunjukkan bahwa pengabdian dan kerja keras dapat berjalan beriringan. Sebuah teladan bahwa selama masih ada kesempatan untuk berusaha, selalu ada jalan untuk menjadi lebih baik.