Jelang Idul Adha 1447 H, NTT Kirim 290 Ekor Sapi ke Kalimantan Lewat Pelabuhan Tenau Kupang

Penulis: Aditya Nugraha  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:25:55 WIB
Sapi kurban sebanyak 290 ekor diberangkatkan dari Pelabuhan Tenau Kupang menuju Kalimantan.

KUPANG — Pengiriman ternak dalam jumlah besar ini menjadi bagian dari rantai pasok hewan kurban dari wilayah timur Indonesia ke Pulau Kalimantan. Langkah ini juga menunjukkan peran strategis NTT sebagai salah satu lumbung ternak nasional.

Bebas Penyakit, Siap Potong

Seluruh sapi yang dikirim telah melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter hewan. Proses ini memastikan tidak ada penyakit menular yang terbawa, sehingga hewan kurban yang tiba di Kalimantan dalam kondisi sehat dan layak potong.

Pemeriksaan ini menjadi standar wajib setiap kali ada pengiriman ternak antarpulau. Tujuannya, menjaga kualitas daging kurban dan mencegah penyebaran penyakit hewan ke daerah tujuan.

Suplai untuk Pasar Kurban Nasional

Pengiriman 290 ekor sapi ini merupakan respons terhadap tingginya permintaan hewan kurban di Kalimantan menjelang Idul Adha. NTT selama ini dikenal sebagai salah satu pemasok utama sapi potong ke berbagai wilayah di Indonesia.

Dengan adanya pengiriman ini, diharapkan harga hewan kurban di Kalimantan tetap stabil dan masyarakat bisa mendapatkan sapi berkualitas. Pasokan dari NTT menjadi salah satu andalan untuk menutup kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi oleh peternak lokal setempat.

Logistik Laut Jadi Kunci

Pelabuhan Tenau di Kupang menjadi titik embarkasi utama untuk pengiriman ternak ke luar pulau. Jalur laut dipilih karena kapasitas angkut yang besar dan biaya yang lebih efisien dibandingkan transportasi udara.

Keberangkatan sapi-sapi ini juga menunjukkan kesiapan infrastruktur pelabuhan dalam menangani komoditas hewan hidup. Proses bongkar muat dan karantina di pelabuhan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top