RUTENG — Puluhan ibu rumah tangga di Kampung Topak, Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, berjalan beriringan memikul ember berisi pasir di atas kepala mereka. Dengan langkah hati-hati, mereka menyusuri tanjakan terjal yang dipenuhi batu dan tanah demi memperbaiki akses jalan dusun yang kondisinya kian memprihatinkan.
Aksi ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari kaum perempuan, laki-laki, hingga para pemuda. Sementara kaum ibu mengangkut material, warga laki-laki bertugas mengaduk campuran pasir menggunakan sekop dan alat sederhana seadanya untuk menambal lubang-lubang di sepanjang jalur menuju Kampung Langke, Desa Luang Bua.
Kondisi infrastruktur yang buruk ini berdampak langsung pada layanan kesehatan masyarakat. Ita, salah satu perwakilan perempuan di Kampung Topak, mengungkapkan bahwa warga sangat kesulitan saat harus mengevakuasi pasien ke rumah sakit atau puskesmas terdekat.
"Selama ini kami banyak mengeluh tentang jalan ini saat ke rumah sakit, juga untuk keperluan lain," ucap Ita pada Jumat (8/5/2026).
Menurut Ita, kendaraan medis seperti mobil ambulans tidak pernah bisa masuk ke kampung mereka karena medan yang terlalu berisiko. Hal ini memaksa warga harus bersusah payah mencari cara lain untuk membawa orang sakit keluar dari desa. Ia mengaku sedikit lega dengan adanya kerja bakti ini, meskipun perbaikan hanya bersifat sementara.
Jalur yang diperbaiki secara swadaya ini merupakan satu-satunya akses penting bagi warga untuk mencapai puskesmas, rumah sakit, sekolah, hingga tempat ibadah. Namun, perhatian pemerintah daerah terhadap ruas jalan ini dinilai sangat minim.
Hironimus Barut, salah satu warga setempat, menyebutkan bahwa jalan tersebut terakhir kali mendapatkan sentuhan pembangunan pada tahun 2008 melalui pengerjaan lapisan penetrasi (Lapen). Setelah 18 tahun berlalu, kondisi jalan kini dipenuhi lubang, batu lepas, plat duiker yang rusak berat, bahkan di beberapa titik nyaris putus.
“Semoga pemerintah melihat upaya kami ini,” kata Hironimus.
Ia menegaskan bahwa masyarakat terpaksa mengeluarkan tenaga dan uang saku sendiri demi memastikan keselamatan pengguna jalan. Setiap hari, warga yang melintas harus ekstra hati-hati guna menghindari kecelakaan akibat kondisi permukaan jalan yang tidak rata.
“Kondisi ini sudah lama kami keluhkan,” pungkas Hironimus. Warga berharap pemerintah kabupaten tidak menutup mata dan segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan permanen mengingat status jalan tersebut sebagai urat nadi perekonomian dan sosial warga Rahong Utara.