Pencarian Siswa SD Tenggelam di Danau Rana Mese NTT Masih Nihil

Penulis: Chandra Kusuma  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 15:25:47 WIB
Tim gabungan terus melakukan pencarian siswa SD yang hilang di Danau Rana Mese, NTT.

MANGGARAI TIMUR — Upaya pencarian terhadap seorang pelajar sekolah dasar yang hilang di kawasan wisata Danau Rana Mese, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum membuahkan hasil. Hingga Senin (4/5/2026) malam, tim gabungan masih bersiaga di lokasi kejadian untuk memantau keberadaan korban.

Korban teridentifikasi bernama Gresianus Ngitung, siswa kelas V SDI Maras. Peristiwa nahas ini memicu kepanikan warga sekitar yang langsung memadati tepian danau tak lama setelah kabar tenggelamnya korban tersiar pada Senin siang.

Kronologi Kejadian: Laporan Petugas KSDA pada Senin Siang

Informasi mengenai tenggelamnya Gresianus pertama kali muncul dari petugas Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) yang berjaga di kawasan Danau Rana Mese. Laporan tersebut diterima oleh otoritas desa setempat sekitar pukul 14.20 Wita.

Kepala Desa Golo Loni, Yohanes B. Okalung, mengonfirmasi bahwa dirinya langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah menerima laporan tersebut. Bersama aparat keamanan dan warga, penyisiran dilakukan di titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.

Pihak keluarga dan warga setempat tampak histeris di lokasi kejadian. Tangis pecah saat proses pencarian memasuki waktu petang namun tanda-tanda keberadaan siswa sekolah dasar tersebut tetap tidak ditemukan di permukaan air.

Upaya Pencarian: Melibatkan Ritual Adat dan Tim Gabungan

Proses pencarian di Danau Rana Mese melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel TNI, Polri, hingga masyarakat dari desa-desa sekitar. Mengingat karakteristik danau yang memiliki kedalaman cukup signifikan, pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Selain upaya teknis, warga setempat juga menempuh jalur kearifan lokal. Tokoh masyarakat dan tokoh adat dilibatkan untuk melaksanakan ritual khusus di pinggir danau dengan harapan proses pencarian dapat berjalan lancar dan korban segera ditemukan.

“Tokoh masyarakat dan tokoh adat juga sudah melakukan ritual adat di danau agar pencarian dimudahkan. Tetapi sampai sore tadi, korban belum ditemukan,” ujar Yohanes saat dikonfirmasi, Senin malam.

Kondisi pencarian pada malam hari terkendala oleh minimnya pencahayaan di sekitar area hutan dan danau. Meski demikian, koordinasi antara pihak kepolisian dan Basarnas terus diperkuat untuk menentukan langkah evakuasi selanjutnya pada Selasa pagi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti korban berada di area danau tersebut. Pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata di lokasi kejadian.

Reporter: Chandra Kusuma
Back to top