MAUMERE — Satpolairud Polres Sikka memperkuat upaya pelestarian ekosistem laut melalui aksi penanaman ribuan fragmen karang di kawasan Teluk Maumere. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (2/5/2026) ini melibatkan kolaborasi lintas sektor untuk mengembalikan kejayaan hayati bawah laut di Kabupaten Sikka.
Sebanyak 1.200 fragmen karang berhasil ditanam menggunakan 100 unit media spider. Metode transplantasi ini dipilih karena efektivitasnya yang tinggi dalam mempercepat pertumbuhan karang pada area yang mengalami kerusakan struktural.
Penggunaan 100 unit media spider menjadi inti dari proses rehabilitasi kali ini. Struktur besi berbentuk laba-laba tersebut berfungsi sebagai substrat stabil bagi fragmen karang baru untuk tumbuh dan mengikat diri sebelum akhirnya membentuk koloni alami yang kokoh.
Proses penanaman dilakukan melalui tahapan krusial di darat sebelum karang-karang tersebut dibawa ke dasar laut. Tim penyelam dari Crew Kapal Marnit Sikka bersama komunitas diving setempat mengawal langsung penempatan media tersebut di titik-titik yang telah ditentukan oleh para ahli lingkungan.
Di bawah permukaan laut, para penyelam bekerja dengan tingkat ketelitian tinggi. Setiap fragmen harus dipastikan terikat sempurna pada media spider agar mampu bertahan dari arus laut dan tumbuh optimal dalam beberapa bulan ke depan.
Aksi lingkungan ini diinisiasi oleh Yayasan Ararat Coral Gardener dengan menggandeng berbagai pihak. Selain personel kepolisian, kegiatan ini juga melibatkan BKSDA Maumere serta kelompok pecinta alam dari Universitas Nusa Nipa (Unipa) dan Muhammadiyah.
Keterlibatan mahasiswa dan relawan lingkungan menunjukkan adanya kesadaran kolektif dalam menjaga aset alam Sikka. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada seremoni penanaman, tetapi berlanjut pada pengawasan berkala terhadap pertumbuhan karang yang telah ditanam.
Kasat Polairud Polres Sikka, Iptu Muhammadong menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian merupakan bentuk nyata dukungan terhadap kelestarian sumber daya alam. Menurutnya, menjaga laut adalah bagian dari tanggung jawab menjaga ruang hidup masyarakat pesisir.
"Keterlibatan kami dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan, khususnya wilayah pesisir dan laut," ujar Iptu Muhammadong.
Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis Polri kini juga menyentuh aspek lingkungan. Melalui aksi seperti ini, hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat dapat terbangun sembari memastikan kekayaan alam Teluk Maumere tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Teluk Maumere sendiri merupakan salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di Nusa Tenggara Timur. Upaya rehabilitasi secara berkala menjadi kunci agar kawasan ini tetap menjadi daya tarik wisata sekaligus penyokong ekonomi bagi nelayan lokal.