Gubernur NTT Melki Laka Lena Dorong Kolaborasi Kampus dan Industri

Penulis: Chandra Kusuma  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 15:13:19 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus dan industri dalam pengelolaan potensi daerah.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan bahwa pengelolaan potensi daerah tidak akan berjalan maksimal tanpa kolaborasi yang kuat dari tiga pilar utama. Menurutnya, pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menjadi kunci utama dalam mengelola kekayaan alam NTT secara optimal.

Pernyataan tersebut disampaikan Melki saat menghadiri Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi se-NTT yang diselenggarakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV di Hotel Harper Kupang. Ia menekankan pentingnya penyelarasan program agar hasil penelitian dari kampus dapat langsung diserap oleh dunia industri.

“Kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi harus diwujudkan dalam aksi konkret yang berdampak langsung, sehingga mampu mempercepat transformasi pembangunan di Nusa Tenggara Timur menuju daerah yang lebih maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujar Melki Laka Lena.

Fokus pada Hilirisasi dan Riset Terapan

Gubernur berharap perguruan tinggi di NTT tidak hanya menjadi menara gading, melainkan mampu menghasilkan riset aplikatif yang menjawab tantangan daerah. Sementara itu, dunia industri diharapkan mengambil peran dalam proses hilirisasi agar inovasi tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Sinergi antara riset, inovasi, dan kebijakan pembangunan daerah diproyeksikan menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melki meyakini bahwa keterlibatan kampus sebagai gerbong utama inovasi akan melahirkan gagasan-gagasan yang membumi.

“Perguruan tinggi harus menjadi gerbong utama dalam mendorong lahirnya inovasi, riset terapan, serta gagasan-gagasan yang membumi dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya di hadapan para pimpinan perguruan tinggi.

Ruang Strategis Menyatukan Persepsi Pembangunan

Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Adrianus Amheka, menjelaskan bahwa rapat kerja ini dirancang sebagai ruang strategis untuk memperkuat komunikasi antar-pemangku kepentingan. Forum ini bertujuan merumuskan langkah nyata dalam membangun sinergi yang lebih efektif antara akademisi dan pemerintah daerah.

Prof. Adrianus berharap forum koordinasi ini mampu melahirkan komitmen bersama untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di NTT. Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi satu-satunya jalan untuk memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan di wilayah kepulauan tersebut.

Pertemuan ini dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Dirjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Dr. M. Fauzan Adziman, Kepala BRIN Prof. Arif Satria, serta Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah. Kehadiran para tokoh nasional ini menunjukkan dukungan pusat terhadap penguatan ekosistem riset di daerah.

Keterlibatan Kepala Daerah se-NTT

Selain pejabat kementerian, rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh jajaran kepala daerah dari berbagai kabupaten di NTT. Kehadiran para bupati dan wakil bupati ini menandakan keseriusan pemerintah daerah dalam mengintegrasikan kebijakan pembangunan dengan hasil riset perguruan tinggi.

Beberapa kepala daerah yang hadir antara lain Bupati Nagekeo, Bupati Timor Tengah Utara, Bupati Ngada, Bupati Belu, dan Bupati Manggarai Timur. Hadir pula Wakil Bupati Flores Timur, Wakil Bupati Sumba Barat, Wakil Bupati Malaka, serta pimpinan dari sektor perbankan, BUMN, dan BUMD yang menjadi mitra strategis pembangunan.

Melalui pertemuan lintas sektor ini, Pemerintah Provinsi NTT menargetkan adanya peningkatan kualitas riset yang sejalan dengan kebutuhan pasar kerja dan potensi ekonomi lokal di setiap kabupaten/kota.

Reporter: Chandra Kusuma
Back to top