Undana dan Pemkot Kupang Luncurkan Bank Sampah Unit Lasiana Eco Resort, Unit Ke-39 Mitra Bank Sampah Induk Mutiara Timor

Penulis: Endra Sanjaya  •  Rabu, 23 September 2026 | 08:30:01 WIB
Peluncuran Bank Sampah Unit Lasiana Eco Resort di Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, ditandai dengan penandatanganan MoA dan PKS antara UPT LLKK Undana dan Kelurahan Lasiana.

Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang bersama Pemerintah Kota Kupang meluncurkan Bank Sampah Unit Lasiana Eco Resort di Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Peluncuran ditandai penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UPT Laboratorium Lahan Kering Kepulauan (LLKK) Undana dan Kelurahan Lasiana. Bank sampah tersebut menjadi unit ke-39 yang bermitra dengan Bank Sampah Induk Mutiara Timor.

KUPANG — Kepala UPT Laboratorium Lahan Kering Kepulauan (LLKK) Undana Nixon Ramang mengatakan program bank sampah merupakan bagian dari upaya menghadirkan kampus yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Penerapan pengetahuan akademik di lapangan menjadi dasar kerja sama tersebut.

"Salah satu yang paling penting dari kami adalah tagline berdampak, kami tidak ingin apa yang selama ini kami pelajari kami simpan di laci meja," kata Nixon saat peluncuran di Kupang.

Dua Program Pendampingan dari UPT LLKK Undana

Dalam kerja sama tersebut, UPT LLKK Undana menyiapkan dua program pendampingan. Pertama, pengembangan aplikasi digital untuk pencatatan tabungan sampah oleh pemuda setempat. Kedua, pendampingan urban farming dan pengolahan sampah organik menjadi pupuk PWC untuk tanaman obat keluarga.

Nixon menyebut pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan. Pengelolaan dan pemanfaatan sampah bernilai ekonomis juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

UPT LLKK Undana akan memetakan potensi lain di Kelurahan Lasiana yang dapat dikembangkan melalui pendampingan akademik. Lasiana merupakan salah satu kawasan binaan Undana.

Dukungan Lintas Sektor dan Aspirasi Warga Lasiana

Koordinator Bank Sampah Unit Lasiana Eco Resort Ebid Robinson Sonlay mengatakan dukungan lintas sektor memberikan ruang bagi masyarakat untuk mulai mengembangkan pengelolaan sampah secara bersama.

"Dengan adanya program kerja sama bersama akademisi hingga pemerintah, kami merasa sangat didukung untuk mulai bergerak bersama dan menghadirkan dampak nyata serta berkontribusi terhadap SDGs," ujar Ebid.

Pembentukan bank sampah tersebut berawal dari aspirasi masyarakat, kemudian mendapat dukungan dari akademisi dan pemerintah. Bank Sampah Unit Lasiana Eco Resort menjadi unit ke-39 yang bermitra dengan Bank Sampah Induk Mutiara Timor.

Harapan Kebersihan Pantai Lasiana dan Kontribusi Ekonomi

Lurah Lasiana Yohanes F. L. Keluli mengatakan keberadaan bank sampah dapat mendukung pengelolaan kebersihan kawasan Pantai Lasiana. Selain itu, bank sampah membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Sampah adalah tanggung jawab kita bersama melalui kolaborasi pentahelix di Kota Kupang yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan masyarakat," kata Yohanes.

Yohanes berharap pengelolaan bank sampah dapat berkembang sehingga kawasan wisata Pantai Lasiana menjadi lebih bersih. Ia juga berharap bank sampah memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat serta pendapatan asli daerah.

Lasiana Jadi Kelurahan Pertama Luncurkan Bank Sampah Usai Pelantikan 32 Lurah

Staf Ahli Wali Kota Kupang Bidang Ekonomi dan Pembangunan Daud Novianus Nafi mengatakan Kelurahan Lasiana menjadi kelurahan pertama yang meluncurkan bank sampah setelah pelantikan 32 lurah di Kota Kupang.

"Saya berharap dari unit bank sampah ini akan bisa tumbuh lagi bank sampah yang sudah kita inisiasi di 31 kelurahan lainnya," kata Daud.

Daud menekankan keberadaan bank sampah bukan menjadi tujuan utama. Bank sampah menjadi sarana untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.

"Bank sampah itu adalah akibat bukan sebab, kita bukan kejar bentuk bank sampah tapi kita edukasi warga untuk pilah sampah dari rumahnya," ujar Daud.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top