Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur bersama Polres Timor Tengah Selatan menyalurkan 10 ribu liter air bersih ke warga dua dusun yang kesulitan air pada musim kemarau. Bantuan disalurkan menggunakan dua truk tangki melalui Program Polda NTT–Polres TTS Berbagi. Penyaluran menyasar wilayah Mollo Selatan, Amanuban Selatan, dan Kota Soe.
KUPANG — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur bersama Polres Timor Tengah Selatan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah titik yang terdampak kekeringan. Total 10 ribu liter air bersih dibagikan kepada warga di dua dusun yang kesulitan mendapatkan air pada musim kemarau.
Penyaluran dilakukan menggunakan dua truk tangki air bersih melalui Program Polda NTT–Polres TTS Berbagi. Bantuan menyasar warga di Mollo Selatan, Amanuban Selatan, dan Kota Soe, dengan masing-masing wilayah menerima 5.000 liter air bersih.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Candra menyatakan bantuan merupakan respons terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan dukungan selama menghadapi kekeringan. Kepolisian, menurut dia, tidak hanya menjalankan tugas penegakan hukum tetapi juga hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Kepolisian hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang peka terhadap situasi di lapangan," kata Henry di Kupang.
Ia menjelaskan penyaluran dilakukan sebagai respons terhadap kesulitan warga memperoleh air akibat kekeringan berkepanjangan di wilayah tersebut.
Kasat Reskrim Polres TTS AKP I Wayan Pasek Sujana menyebut bantuan diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kering.
"Kami hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan," katanya.
Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri sekaligus upaya memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kehadiran langsung di tengah warga yang membutuhkan.
Polres TTS menyatakan bantuan air bersih akan terus disalurkan secara berkesinambungan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan. Penyaluran berikutnya akan menyesuaikan kondisi di lapangan dan kebutuhan warga yang masih kesulitan memperoleh air bersih.