NAGEO — Ratusan jiwa yang mengungsi akibat gempa bumi di Kabupaten Nagekeo mulai menerima bantuan logistik dari Solopeduli. Penyaluran dilakukan di Pondok Pesantren Kolikapa, pengungsian mandiri Kolikapa, dan Kampung Marapokot, Kecamatan Aesesa.
Di Kampung Marapokot, bantuan menjangkau 15 kepala keluarga atau 55 jiwa. Sementara di pengungsian mandiri Kolikapa, sebanyak 6 KK atau 27 jiwa menerima paket sembako.
Bantuan yang dibagikan berupa telur, air mineral, mi instan, dan minyak goreng. Paket-paket ini diserahkan langsung kepada warga yang bertahan di titik-titik pengungsian.
Seorang penerima bantuan di Kampung Marapokot mengaku bersyukur atas perhatian yang datang setelah beberapa hari menghadapi kondisi pascagempa. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti bagi warga yang tengah berjuang memulihkan diri.
Chief Program Officer Solopeduli, Megawati Nurjannah, menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah mempercayakan donasinya. Ia menegaskan bahwa kepedulian tersebut menjadi kekuatan bagi lembaganya untuk terus bergerak membantu masyarakat terdampak.
Solopeduli berencana mengirimkan gelombang bantuan berikutnya melalui jalur darat dan udara. Untuk pengiriman lewat udara, lembaga ini akan berkolaborasi dengan TNI AU Lanud Adi Soemarmo agar bantuan bisa segera menjangkau warga yang membutuhkan.
Megawati menambahkan, bantuan yang diberikan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan logistik. Lebih dari itu, kehadiran bantuan ini diharapkan menjadi dukungan moral bagi para penyintas yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.
Solopeduli mengajak masyarakat luas untuk terus memberikan dukungan bagi penyintas gempa di NTT. Dukungan dari para donatur diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus memberi semangat bagi warga untuk bangkit dan menjalani masa pemulihan.
Melalui komitmen yang berkelanjutan, lembaga ini memastikan para korban gempa tidak merasa menghadapi bencana seorang diri. Kepedulian dari berbagai pihak terus bergerak untuk meringankan beban saudara-saudara di Nagekeo.