MUI Terjunkan Tim Asesmen ke NTT Pascagempa, Petakan Kerusakan Masjid hingga Pesantren untuk Program Pemulihan

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:01:02 WIB
Tim MUI melakukan asesmen kerusakan masjid dan pesantren di NTT pascagempa untuk program pemulihan.

JAKARTA — MUI tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan logistik untuk korban bencana di NTT. Organisasi keagamaan ini kini mengirimkan tim asesmen untuk merancang program pemulihan yang tepat sasaran, menyusul gempa yang merusak sejumlah rumah ibadah dan lembaga pendidikan Islam di wilayah tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Penanggulangan Bencana, KH Mabroer MS, menyebut tim yang terdiri dari dua orang tersebut telah diterjunkan selama lima hari ke lokasi bencana. Mereka tidak hanya melihat kondisi umum warga, tetapi juga melakukan survei dan pemetaan kebutuhan.

Fokus Pemulihan: Fasilitas Ibadah dan Pendidikan Islam

Prioritas utama MUI dalam tahap recovery ini adalah memulihkan fungsi sarana keagamaan dan pendidikan yang rusak akibat gempa. Kerusakan tersebut dinilai berdampak besar pada aktivitas masyarakat sehari-hari.

"Apakah akan merenovasi atau membangun ulang masjid yang ada di sana, karena banyak masjid maupun musala dan ada satu pesantren juga yang mengalami kerusakan akibat gempa di NTT," ujar Kiai Mabroer saat ditemui di sela kegiatan penyerahan bantuan di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (25/8/2026).

Hasil Asesmen Jadi Dasar Program Bantuan Lanjutan

Hasil survei dari tim di lapangan nantinya akan menjadi acuan bagi MUI dan lembaga amil zakat (LAZ) dalam menentukan bentuk intervensi yang paling dibutuhkan masyarakat. Pendekatan ini diambil agar program pemulihan tidak keliru sasaran.

"Mereka melakukan survei, melakukan pemetaan, dan akan memastikan jenis kegiatan atau program yang akan dilakukan MUI bersama lembaga amil zakat ke depan seperti apa," jelasnya.

Kiai Mabroer menegaskan bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan logistik. Pemulihan kehidupan masyarakat adalah pekerjaan lanjutan yang membutuhkan kolaborasi banyak pihak.

Anak-anak Korban Bencana Jadi Perhatian Khusus

Dalam proses recovery, MUI mengarahkan perhatian pada keberlanjutan pendidikan anak-anak terdampak. Pemulihan diharapkan tidak hanya mengembalikan kondisi fisik lingkungan, tetapi juga memastikan anak-anak bisa kembali bersekolah.

"Kita berharap para korban bisa bangkit kembali untuk menata ulang kehidupan mereka, termasuk khususnya anak-anak bisa sekolah kembali seperti sedia kala. MUI akan terus ikut membersamai para korban dengan cara kami sendiri, tentu saja menjalin kerja sama dengan pihak-pihak lain yang punya atensi dan menaruh perhatian kepada MUI," harapnya.

Kerja sama antara MUI dan lembaga amil zakat dalam penyaluran bantuan tahap awal ini disebut akan dilanjutkan pada fase pemulihan. Hal ini sejalan dengan komitmen MUI untuk mendampingi warga NTT hingga kehidupan mereka kembali normal.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: mui.or.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top