JAKARTA — Tarif LRT Jakarta untuk koridor Kelapa Gading–Manggarai resmi dipatok Rp 5.000 dan berlaku hingga Oktober 2026. PT MRT Jakarta selaku operator menegaskan tarif flat ini berlaku untuk semua kalangan penumpang tanpa terkecuali, baik pada jam sibuk maupun di luar jam sibuk.
Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan jumlah pengguna LRT Jakarta. Dengan tarif yang relatif terjangkau, diharapkan masyarakat semakin tertarik meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke moda transportasi rel yang lebih efisien.
PT MRT Jakarta memastikan tarif Rp 5.000 tersebut merupakan tarif tunggal yang berlaku untuk seluruh lintas pelayanan di koridor Kelapa Gading–Manggarai. Penumpang dapat turun di stasiun mana pun di sepanjang rute tersebut dengan biaya yang sama.
Keputusan ini diambil setelah melalui kajian mendalam terkait daya beli masyarakat dan biaya operasional. Pihak operator menilai tarif ini merupakan titik tengah yang menguntungkan kedua belah pihak.
Dengan adanya kepastian tarif hingga dua tahun ke depan, PT MRT Jakarta optimistis jumlah penumpang harian akan mengalami peningkatan. Sebelumnya, salah satu kendala utama masyarakat enggan menggunakan LRT adalah ketidakpastian biaya dan integrasi dengan moda transportasi lain.
Tarif yang kompetitif ini juga diharapkan mampu bersaing dengan moda transportasi daring maupun kendaraan pribadi. Apalagi, LRT Jakarta menawarkan ketepatan waktu dan menghindari kemacetan lalu lintas.
Kebijakan tarif ini berjalan beriringan dengan upaya integrasi antarmoda. Penumpang LRT Jakarta yang turun di Stasiun Manggarai dapat langsung terhubung dengan Commuter Line dan Transjakarta tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan yang besar.
PT MRT Jakarta juga terus mendorong penggunaan kartu uang elektronik terintegrasi untuk mempermudah transaksi. Langkah ini dinilai penting untuk membangun ekosistem transportasi massal yang modern dan user-friendly di Jakarta.
Meski tarif telah resmi diumumkan, PT MRT Jakarta masih terus mematangkan aspek teknis dan operasional LRT Jakarta. Pihak operator berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, termasuk menjaga frekuensi perjalanan dan kondisi sarana prasarana.
Kepastian tarif ini juga menjadi sinyal positif bagi investor dan industri properti di sekitar koridor LRT. Nilai konektivitas yang jelas dan terjangkau biasanya berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi di kawasan penyangga stasiun.