Pencarian

Danantara Merger 23 Kawasan Industri, Target Holding Terbesar di Asia Tenggara

Kamis, 08 Oktober 2026 • 13:04:31 WIB
Danantara Merger 23 Kawasan Industri, Target Holding Terbesar di Asia Tenggara
Danantara siapkan merger 23 perusahaan kawasan industri ke dalam PT Kawasan Industri Indonesia.

NUSA TENGGARA TIMUR — Danantara menyiapkan merger 23 perusahaan kawasan industri ke dalam PT Kawasan Industri Indonesia, dengan pengumuman resmi ditargetkan pada 5 November 2026. Konsolidasi ini mengubah model bisnis kawasan industri yang selama ini bertumpu pada penjualan tanah menjadi penyediaan fasilitas terintegrasi. Total lahan yang akan dikelola mencapai sekitar 35 ribu hektare, berpotensi menjadikan Indonesia pengelola kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.

Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengatakan penggabungan 23 perusahaan kawasan industri ini bertujuan mempercepat masuknya investasi ke Indonesia. Pihaknya juga tengah meninjau ulang model bisnis masing-masing kawasan agar memberi nilai tambah lebih besar.

"Kita ingin mendorong terjadi percepatan investasi untuk masuk ke Indonesia. Kita juga melakukan review kembali bisnis model daripada kawasan industri kita," kata Dony dalam keterangan resminya, Kamis (8/10/2026).

Satu Perusahaan Induk untuk 23 Kawasan

PT Kawasan Industri Indonesia akan menjadi holding yang menaungi seluruh kawasan industri tersebut. Dony menyebut pengumuman merger dijadwalkan pada 5 November 2026, dengan semua kawasan berada di bawah satu perusahaan industrial estate.

"Kawasan industri kita ke depannya dengan kita melakukan merger, diharapkan nanti tanggal 5 November, akan diumumkan merger daripada 23 perusahaan industrial estate. Kita menjadi satu perusahaan industrial estate," ujarnya.

Konsolidasi tidak berhenti pada penyatuan badan hukum. Danantara juga mengevaluasi cara kawasan industri menghasilkan uang, karena selama ini pendapatan mayoritas datang dari kepemilikan dan penjualan lahan.

Tanah Bukan Lagi Sumber Pendapatan Utama

Ke depan, pendapatan kawasan industri diarahkan datang dari fasilitas yang disediakan di dalamnya. Pemerintah sudah menyiapkan konsep integrated kawasan industri untuk mendukung pergeseran ini.

"Tidak hanya terjadi konsolidasi tetapi kita juga me-review bisnis modelnya, di mana ke depannya, tanah bukan lagi menjadi sumber pendapatan, tetapi pendapatannya (juga) akan datang dari fasilitas yang kita sediakan," jelas Dony.

Ada sejumlah pendekatan yang akan diterapkan dalam pengembangan PT Kawasan Industri Indonesia, mulai dari pembangunan infrastruktur, pemasaran kawasan, hingga penyediaan layanan bagi investor. Dengan begitu, kawasan industri tidak sekadar menjadi tempat membeli atau menyewa lahan, tetapi menawarkan ekosistem pendukung kegiatan usaha.

Dony menilai strategi tersebut membuat kawasan industri Indonesia lebih kompetitif dibandingkan kawasan serupa di negara-negara sekitar. "Sehingga dengan demikian, kita menjadi cukup kompetitif, dan bahkan sangat kompetitif dibandingkan dengan negara-negara di sekitar Indonesia," kata pria yang juga menjabat Kepala BP BUMN itu.

Bidik 35 Ribu Hektare dan Lapangan Kerja Formal

Danantara menargetkan pengelolaan kawasan industri hasil konsolidasi mencakup total area sekitar 35 ribu hektare. Luas itu diharapkan menempatkan Indonesia sebagai pengelola kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.

Ekspansi kawasan juga diarahkan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan formal. Dony menyatakan pihaknya justru mendorong investor masuk sebanyak mungkin agar kawasan lebih kompetitif dan menyerap tenaga kerja lebih besar.

"Pada prinsipnya kurang lebih demikian. Kita justru mendorong mereka untuk masuk sebanyak mungkin supaya lebih kompetitif dan menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak bagi rakyat Indonesia," ujarnya.

Danareksa Kembali ke Asset Management

Pembentukan PT Kawasan Industri Indonesia menjadi bagian dari transformasi pengelolaan perusahaan kawasan industri di lingkungan BUMN. Dony menyebut perubahan ini berjalan seiring penataan ulang sejumlah perusahaan pelat merah.

"Itu menjadi transformasi dari perusahaan industrial estate yang kita punya. Karena nanti setelah dalam penataan BUMN ini beberapa (perusahaan) kan dikembalikan," kata Dony.

Danareksa, yang sebelumnya menjadi holding kawasan industri, akan kembali fokus sebagai asset management. Bisnis kawasan industri akan berdiri sendiri dengan entitas yang lebih fokus mengembangkan dan mengelola kawasan secara terintegrasi.

"Danareksa kembali menjadi asset management, dulu Danareksa ini holding-nya kawasan industri. Nanti Danareksa menjadi asset management, kawasan industri (ada) sendiri. Betul-betul pure business-nya di kawasan industri," imbuhnya.

Jika terealisasi sesuai jadwal, merger 23 kawasan industri ini menjadi salah satu konsolidasi terbesar di sektor properti industri dalam beberapa tahun terakhir. Pemisahan bisnis kawasan industri dari Danareksa menandai langkah Danantara mempertegas fokus tiap entitas BUMN di bawah pengelolaannya.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks