KUPANG — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali mengoperasikan kapal untuk lintas penyeberangan Kupang-Sabu-Raijua-Waingapu pada Jumat (21/8/2026). Kapal dijadwalkan bertolak dari Pelabuhan Kupang pukul 14.00 WITA dengan tujuan akhir Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
Rute ini menjadi penghubung utama masyarakat yang hendak menyeberang dari Pulau Timor ke Pulau Sabu, Pulau Raijua, hingga Pulau Sumba. Bagi warga yang berencana mudik atau mengangkut logistik antar-pulau, jadwal ini bisa menjadi acuan kedatangan di pelabuhan.
Rute dan Waktu Keberangkatan Kapal dari Kupang
Kapal melayani tiga titik persinggahan setelah meninggalkan Kupang. Berikut daftar lengkapnya:
- Kupang — keberangkatan pukul 14.00 WITA
- Sabu — persinggahan pertama di Kabupaten Sabu Raijua
- Raijua — persinggahan kedua di wilayah kepulauan Sabu Raijua
- Waingapu — pelabuhan akhir di Kabupaten Sumba Timur
Imbauan Bagi Calon Penumpang Sebelum Berangkat
Penumpang diharapkan tiba di pelabuhan lebih awal untuk melakukan proses boarding dan pemeriksaan tiket. Hal ini penting mengingat antrean kendaraan roda dua maupun roda empat kerap terjadi pada jadwal keberangkatan kapal di pekan ketiga bulan Agustus.
ASDP mengingatkan calon penumpang untuk membawa dokumen perjalanan yang sah dan mematuhi ketentuan kapasitas muatan. Tiket kapal juga dapat dipesan melalui aplikasi resmi Ferizy atau loket pelabuhan setempat.
Konektivitas Antar-Pulau di NTT Kian Diandalkan
Lintas Kupang-Waingapu merupakan salah satu jalur penyeberangan strategis di Nusa Tenggara Timur. Jalur ini melayani mobilitas warga, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi antara Pulau Timor, Sabu Raijua, dan Sumba.
Dengan adanya jadwal tetap ini, masyarakat di wilayah kepulauan mendapat kepastian waktu perjalanan. Pihak ASDP berharap kelancaran operasional kapal dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah yang hanya terhubung melalui transportasi laut.
Informasi jadwal ini berlaku untuk keberangkatan Jumat (21/8/2026). ASDP mengimbau penumpang memantau kembali pengumuman resmi dari pihak pelabuhan karena jadwal dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi cuaca dan operasional kapal.