LARANTUKA — Perbedaan data korban gempa Flores mulai mencuat di Kabupaten Flores Timur. Pemerintah desa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memiliki catatan yang bertolak belakang soal jumlah korban jiwa di wilayahnya.
Kepala Desa Waiula, Philipus Pailolong Puka, mengonfirmasi bahwa Mateus Noba Noba (74) meninggal dunia ketika gempa besar mengguncang Pulau Flores pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Peristiwa itu terjadi di Desa Waiula, Kecamatan Wulanggitang.
Panik Saat Gempa, Lansia Itu Jatuh di Depan Pintu Rumah
Menurut Philipus, korban sedang berada di dalam rumah saat guncangan terjadi. Dalam keadaan panik, Mateus berusaha keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
"Iya ada satu korban di sini, beliau saat itu di dalam rumah, panik dan berusaha lari keluar. Jatuh dan meninggal dunia," ujar Philipus kepada Ekora NTT pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Nahas, langkah kaki pria lanjut usia itu justru dihentak guncangan gempa. Ia terjatuh tepat di depan pintu rumahnya dan tak sadarkan diri. Keluarga serta petugas kesehatan yang datang kemudian mendapati Mateus sudah tidak bernyawa.
Laporan Sudah Dikirim ke Kecamatan, tapi BPBD Klaim Nihil
Philipus menegaskan bahwa dirinya sudah menyampaikan informasi duka ini kepada Pemerintah Kecamatan Wulanggitang pada hari yang sama. "Informasinya sudah disampaikan, lewat kecamatan," katanya.
Namun, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Maria Goretty AC Nebo Tukan, mengaku belum menerima laporan soal kematian Mateus. Pihaknya justru telah mengirim laporan nihil ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops).
"Kami sudah lapor nihil di Pusdalops, laporan sudah masuk semua, kami menunggu sampai dengan tanggal 16 dan 17 Agustus tetapi tidak ada laporan, langsung mereka kirim format data jadi langsung kirim. Flores Timur memang tidak punya status tanggap darurat," ujar Goretty.
Imbauan Bupati dan Data Sementara BPBD NTT
Menanggapi dampak gempa yang terasa hingga ke wilayahnya, Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen telah mengeluarkan imbauan terbuka. Ia meminta warga segera melaporkan dampak kerusakan atau korban kepada BPBD setempat.
Sementara itu, data sementara BPBD NTT mencatat gempa Flores secara keseluruhan mengakibatkan 71 korban jiwa, 132 orang luka-luka yang sedang dalam penanganan medis, serta ribuan rumah dan fasilitas umum rusak berat di sejumlah kabupaten.