NUSA TENGGARA TIMUR — Telkom tidak sendirian lagi dalam membangun ekosistem digital untuk korporasi. Dengan menggandeng Ruijie Networks, perusahaan pelat merah ini ingin menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah, terutama dari segmen UKM yang selama ini kerap kesulitan mengakses teknologi jaringan berkinerja tinggi.
Ruijie Networks sendiri bukan pemain baru. Perusahaan yang berkantor pusat di Fuzhou, China, ini mengklaim telah menyediakan solusi jaringan di 147 negara dan wilayah, dengan dukungan lebih dari 20.000 mitra global. Rekam jejak itu yang coba dimanfaatkan Telkom untuk memperkaya portofolio layanannya.
Menambal Kebutuhan Solusi End-to-End
Kerja sama ini tidak sekadar seremonial. Bagi Telkom, kehadiran Ruijie melengkapi lini produk yang sudah ada, mulai dari konektivitas, komputasi awan (cloud computing), keamanan siber, hingga layanan terkelola (managed services). Dengan begitu, Telkom bisa menawarkan paket solusi jaringan yang lebih lengkap kepada pelanggan korporasi.
Wakil Presiden Strategic Global Partnership & Synergy Telkom, Arfianto Ramadhian, menyebut kolaborasi ini sebagai cara perseroan memperkuat kapabilitas solusi korporasi. Ia menekankan pentingnya menghadirkan inovasi yang saling melengkapi dengan mitra teknologi global.
"Kemitraan dengan Ruijie memperluas kemampuan kami dalam menghadirkan solusi jaringan end-to-end yang andal, skalabel, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis pelanggan yang terus berkembang. Bersama, kami ingin membantu perusahaan mempercepat transformasi digital sekaligus menciptakan nilai jangka panjang melalui inovasi," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (6/8/2026).
Sasaran Utama: Pelaku UKM
Fokus utama kemitraan ini diarahkan ke segmen UKM. Ruijie akan memanfaatkan pengalaman globalnya untuk mendukung pengembangan layanan Telkom di segmen tersebut. Ini langkah yang menarik, mengingat UKM selama ini kerap menjadi pasar yang sulit ditembus karena sensitivitas harga dan kebutuhan teknis yang berbeda dengan korporasi besar.
Padahal, UKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Dengan akses ke solusi jaringan yang lebih modern, pelaku usaha kecil di daerah bisa meningkatkan efisiensi operasional dan menjangkau pasar lebih luas secara digital.
Bagi Telkom, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar memperkuat ekosistem digital nasional. Sebagai perusahaan telekomunikasi pelat merah, Telkom memegang peran strategis menghubungkan masyarakat dan dunia usaha di seluruh Nusantara. Infrastruktur yang sudah dibangun selama ini diharapkan bisa dimanfaatkan maksimal dengan kehadiran solusi jaringan dari Ruijie.
Kemitraan dengan pemain global seperti Ruijie menunjukkan arah baru Telkom yang tidak lagi hanya menjadi penyedia koneksi internet, tetapi juga mitra transformasi digital bagi dunia usaha. Pertanyaannya sekarang, seberapa cepat solusi ini bisa diadopsi pelanggan dan apakah harganya kompetitif di pasar yang kian ramai pemain.