Pencarian

Modifikasi Resmi Jadi Sektor Ekonomi Kreatif: Bukti Nyata di GIIAS 2026

Senin, 03 Agustus 2026 • 12:09:01 WIB
Modifikasi Resmi Jadi Sektor Ekonomi Kreatif: Bukti Nyata di GIIAS 2026
Karya modifikasi Gran Max Urban Retro dan Ayla bernuansa nostalgia tampil di booth resmi Daihatsu pada GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, 30 Juli 2026.

NUSA TENGGARA TIMUR — Pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara itu menjadi saksi perubahan haluan industri otomotif nasional. Di ICE BSD City, Tangerang, pada 30 Juli 2026, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Moreno Soeprapto, berkeliling meninjau langsung karya-karya modifikator yang kini duduk di dalam booth resmi pabrikan. Ia didampingi Andre Mulyadi, Direktur Modifikasi dan Kendaraan Listrik IMI Pusat.

Dari Pinggir Jalan ke Booth Resmi Pabrikan

Perubahan paling signifikan tidak terjadi di atas aspal, melainkan di atas kertas. Modifikasi kini memiliki Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sendiri dan secara resmi masuk dalam sektor ekonomi kreatif. Ini status legal yang mengubah cara pandang industri terhadap para builder lokal.

Andre Mulyadi, yang juga pendiri National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) dan Project Director Indonesia Modification Expo (IMX), menyebut perhatian serius diberikan IMI pada sektor ini. "Namun, sektor modifikasi kreatif juga mendapat perhatian yang sangat besar," ujarnya soal apresiasi Moreno terhadap dunia motorsport.

Daihatsu Bawa Dua Karya Nostalgia ke GIIAS 2026

Di booth Daihatsu, dua unit modifikasi menjadi pusat perhatian. Gran Max Urban Retro mengubah total wajah kendaraan niaga menjadi bergaya retro, dengan sumber inspirasi dari Daihatsu Move Canbus. Bukan cuma stiker atau pelek ganti, ubahannya menyentuh aspek visual yang membuat mobil niaga ini tampil beda dari saudara standarnya.

Selain Gran Max, Daihatsu juga menurunkan Ayla berbalut nuansa nostalgia. Dua unit ini menjadi contoh nyata bagaimana pabrikan memberikan ruang bagi kreator lokal untuk menafsirkan ulang produk mereka.

Bukan Sekadar Seremonial, Ada Dampak Ekonomi Nyata

Kunjungan Moreno ke GIIAS 2026 bukan agenda seremonial belaka. Ada pesan industri yang coba disampaikan: karya modifikator Indonesia kini dipercaya masuk dalam rantai pemasaran resmi pabrikan. "Ini menunjukkan bahwa industri modifikasi kita semakin dipercaya dan mendapat ruang yang lebih luas," kata Moreno.

Dampaknya terasa di sisi bisnis. Dengan status KBLI yang jelas, pelaku usaha modifikasi bisa mengakses pembiayaan formal, mengikuti tender, dan menjalin kerja sama yang lebih terstruktur dengan vendor komponen. Ini lompatan besar dari ekosistem yang sebelumnya bergerak secara informal.

Yang Perlu Dicermati dari Kolaborasi Ini

Meski langkah ini patut disambut, ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan. Pertama, kolaborasi semacam ini masih terbatas pada pabrikan tertentu. Belum semua merek memberikan ruang yang sama bagi modifikator lokal, terutama untuk model-model entry level yang justru paling banyak dimodifikasi di pasar.

Kedua, status KBLI memang sudah ada, tetapi implementasi di lapangan soal perizinan bengkel modifikasi dan legalitas ubahan kendaraan masih perlu disosialisasikan lebih luas ke daerah. Tanpa itu, gap antara kebijakan pusat dan praktik di bawah masih akan terjadi.

Terlepas dari itu, kehadiran modifikator di booth resmi Daihatsu dan Wuling adalah sinyal yang jelas. Industri ini bukan lagi sekadar hobi, melainkan bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang diakui dan dilirik pabrikan. Pertanyaannya sekarang, siapa pabrikan berikutnya yang berani memberi ruang lebih?

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: otomotif.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks