Pencarian

STKIP Citra Bakti Ngada Bawa Riset Tradisi Lisan ke Panggung Internasional IMPROVE 2026, Raih Apresiasi

Kamis, 02 Juli 2026 • 19:04:31 WIB
STKIP Citra Bakti Ngada Bawa Riset Tradisi Lisan ke Panggung Internasional IMPROVE 2026, Raih Apresiasi
Delegasi STKIP Citra Bakti Ngada tampil dengan karya riset tradisi lisan di ajang IMPROVE 2026.

NGADA — Bukan sekadar pertunjukan biasa yang dibawa STKIP Citra Bakti ke ajang IMPROVE 2026. Melalui kelompok seni Ngia Ngora Etnika, kampus asal Flores itu mentransformasikan hasil riset akademik menjadi karya pertunjukan berkelas dunia. Penampilan ini sekaligus membuktikan bahwa perguruan tinggi di Indonesia timur mampu melahirkan inovasi dari penelitian dan pelestarian budaya.

Komposisi “EBU NUSI”: Riset Artistik yang Mendunia

Sorotan utama penampilan delegasi STKIP Citra Bakti adalah komposisi musik instrumental berjudul “EBU NUSI”. Karya ini merupakan hasil riset artistik berbasis praktik (practice-based research) yang digagas oleh Dr. Dedy Setyawan, S.Pd., M.Sn. selaku komposer dan Artistic Director. Penataan suara dikerjakan oleh Kanzul Fikri, M.Pd.

Karya tersebut mengangkat tradisi lisan Sa Ngaza, warisan budaya masyarakat Ngada yang sarat nilai spiritual, penghormatan leluhur, dan kebersamaan. Melalui eksplorasi bunyi, vokal, ritme, dan komposisi musikal kontemporer, “EBU NUSI” menyajikan identitas budaya Ngada dalam bahasa seni universal.

Pujian dari Pakar Internasional

Penampilan ini mendapat apresiasi tinggi dari para reviewer internasional. Pakar seni pertunjukan Dr. Dr. Eko Supriyanto, M.FA. dan koreografer asal Belgia, Arco Renz, menilai karya ini sukses menghadirkan kekuatan budaya lokal dalam perspektif seni pertunjukan yang mudah dipahami lintas negara.

Kolaborasi erat antara dosen dan mahasiswa menjadi kunci keberhasilan ini. Penampilan utama dibawakan oleh Sena Radya Iswara Samino, S.Pd., M.Sn., Hermania Bupu, M.Pd., dan Vincencio Appaulo Rivaldo Bata, S.Pd., bersama para mahasiswa.

Diplomasi Budaya dari Kampus Timur

Dr. Dedy Setyawan selaku Ketua Delegasi menekankan pentingnya forum internasional seperti IMPROVE sebagai ruang diplomasi budaya.

“Kami berharap IMPROVE dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan. Forum seperti ini menjadi ruang penting bagi diplomasi budaya, sekaligus membuka kesempatan bagi karya-karya berbasis kearifan lokal untuk dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat internasional,” ujar Dedy, Kamis (2/7/2026).

Mutu Tak Tergantung Letak Geografis

Plt. Ketua STKIP Citra Bakti, Konstantinus Dua Dhiu, S.H., M.Pd., menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan mutu perguruan tinggi tidak ditentukan oleh lokasi geografis, melainkan konsistensi membangun budaya akademik yang kuat.

“Keikutsertaan dan apresiasi yang diterima delegasi STKIP Citra Bakti pada ajang IMPROVE 2026 menjadi kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika. Ini membuktikan bahwa hasil riset, kreativitas, dan kerja keras dosen serta mahasiswa kami mampu tampil sejajar dengan karya-karya dari berbagai negara,” ungkap Konstantinus.

Ia menambahkan, STKIP Citra Bakti berkomitmen memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berpijak pada kekayaan lokal. Kampus ini ingin menginspirasi generasi muda bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan modal intelektual bernilai tinggi jika dikembangkan lewat riset dan inovasi.

Bagikan
Sumber: oborrakyat.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks