BEI Incar IPO Perusahaan KEK dan Entitas Danantara pada 2027

Penulis: Endra Sanjaya  •  Senin, 02 November 2026 | 15:33:01 WIB
Bursa Efek Indonesia membidik perusahaan kawasan ekonomi khusus dan entitas Danantara sebagai sumber emiten baru pada 2027.

NUSA TENGGARA TIMUR — Bursa Efek Indonesia membidik perusahaan kawasan ekonomi khusus dan entitas di bawah koordinasi Danantara sebagai sumber emiten baru pada 2027. Langkah ini diambil karena ekspansi pabrik manufaktur butuh pendanaan jangka panjang yang tak bisa sepenuhnya ditanggung perbankan.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan peluang pencatatan saham masih terbuka seiring prospek stabilitas pasar modal global dan domestik. Industri manufaktur di KEK menjadi salah satu sektor yang paling diperhatikan, mengingat ekspansi kapasitas produksi menuntut dukungan dana besar.

Mengapa Pabrik di KEK Butuh Pasar Modal

Pembangunan fasilitas produksi di kawasan industri terpadu memerlukan pembiayaan yang tidak sepenuhnya dapat mengandalkan pinjaman bank. Pasar modal pun dinilai sebagai alternatif yang masuk akal bagi perusahaan di kawasan tersebut.

"Pabrik-pabrik manufaktur yang dibangun di kawasan ekonomi khusus tentu membutuhkan pendanaan dan tidak bisa sepenuhnya dari perbankan. Pasar modal bisa menjadi salah satu alternatif," ujar Jeffrey dalam Capital Market Journalist Workshop Media Gathering 2026, Sabtu (31/10/2026).

Pernyataan itu menegaskan posisi BEI sebagai penghimpun dana jangka panjang, bukan sekadar tempat jual beli saham harian. Bagi perusahaan manufaktur, obligasi maupun saham menjadi pilihan ketika kredit bank dirasa terlalu mahal atau tenor terlalu pendek.

Danantara Jadi Sumber Emiten Berikutnya

Selain perusahaan di KEK, BEI mencermati peluang IPO yang muncul dari proses restrukturisasi dan penataan portofolio badan usaha milik negara di bawah Danantara. Penataan holding investasi negara itu berpotensi melahirkan entitas-entitas baru yang siap masuk bursa.

Jeffrey tidak merinci nama perusahaan maupun target jumlah emiten dari kedua kelompok tersebut. Namun arah kebijakannya jelas: BEI ingin menambah populasi emiten dari sektor riil dan perusahaan milik negara, bukan hanya dari perusahaan teknologi atau konsumer.

Arti Penting bagi Investor dan Pelaku Usaha

Bagi investor, masuknya perusahaan KEK dan entitas Danantara menambah pilihan instrumen di pasar saham domestik. Selama ini, perusahaan manufaktur besar yang tercatat di bursa masih terbatas jumlahnya, sehingga sektor ini kerap kurang terwakili dalam portofolio.

Bagi pelaku usaha di kawasan ekonomi khusus, sinyal dari BEI memberi kepastian bahwa pendanaan ekspansi bisa dicari lewat pasar modal. Perusahaan yang belum memenuhi syarat pencatatan saham tetap bisa mempertimbangkan obligasi sebagai langkah awal.

Pemerintah sendiri terus mendorong pengembangan KEK sebagai mesin pertumbuhan industri pengolahan. Dukungan pendanaan dari pasar modal melengkapi insentif fiskal dan kemudahan perizinan yang sudah berjalan.

Target 2027 masih memberi waktu bagi BEI dan para calon emiten untuk menyiapkan laporan keuangan, tata kelola, serta struktur korporasi yang memenuhi standar bursa. Jika terealisasi, tambahan emiten dari KEK dan Danantara bisa memperkuat posisi bursa Indonesia di kawasan ASEAN.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top