KUPANG — Data yang dihimpun dari pemantauan seismik menunjukkan episentrum gempa berada di koordinat laut terbuka, jauh dari permukiman padat di daratan Flores. Kekuatan magnitudo 3,2 tergolong gempa ringan yang umumnya hanya dirasakan sebagian kecil warga di sekitar pesisir terdekat.
Pulau Kalao sendiri merupakan salah satu pulau kecil di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, yang berbatasan langsung dengan perairan Laut Flores. Jarak 74 kilometer dari pusat gempa membuat intensitas guncangan di permukaan diperkirakan lemah.
Laut Flores berada di zona pertemuan lempeng tektonik yang aktif, sehingga aktivitas gempa berskala kecil kerap tercatat di kawasan ini. Gempa magnitudo di bawah 4,0 umumnya tidak berpotensi menimbulkan kerusakan berarti.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) biasanya merilis informasi resmi untuk setiap kejadian gempa yang terdeteksi, termasuk kedalaman dan lokasi episentrum. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Sejumlah warga di pesisir Flores dan pulau-pulau sekitar melaporkan guncangan singkat, namun belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Petugas di tingkat kecamatan masih melakukan pengecekan di titik-titik permukiman terdekat dengan episentrum.
Gempa ringan seperti ini menjadi pengingat bagi warga NTT dan sekitarnya untuk mengenali jalur evakuasi di lingkungan masing-masing. Wilayah Nusa Tenggara Timur memang berada di kawasan rawan gempa dan tsunami, sehingga kesiapsiagaan warga menjadi kunci.
Warga yang merasakan guncangan disarankan segera keluar rumah jika getaran berlangsung lama, dan menjauhi bangunan tinggi serta bibir pantai. Informasi resmi mengenai perkembangan gempa dapat dipantau melalui kanal BMKG.