Bulog Prediksi Panen Raya Februari 2027, Petani Diminta Jaga Mutu Gabah

Penulis: Endra Sanjaya  •  Minggu, 01 November 2026 | 15:35:01 WIB
Petani memanen padi di sawah pada masa panen awal di Grobogan, Jawa Tengah.

NUSA TENGGARA TIMUR — Perum Bulog memprediksi panen raya padi nasional berlangsung Februari hingga Maret 2027, dan meminta petani memperbaiki cara panen serta penanganan pascapanen agar mutu gabah meningkat. Prediksi itu muncul dari rapat koordinasi Bulog dengan dinas pertanian terkait, di tengah masa panen awal yang sudah berjalan di sejumlah daerah Jawa Tengah.

Pemimpin Cabang Bulog Kantor Cabang Semarang, Yudha Aji Pribawa, mengatakan pihaknya masih menunggu informasi resmi dari dinas terkait soal jadwal panen raya. "Kami menunggu informasi dari dinas terkait, kemarin kami rapat koordinasi, kemungkinan panen raya di sekitaran Februari sampai Maret," kata Yudha saat meninjau Gudang Bulog Tambak Aji, Semarang, Jawa Tengah, seperti dikutip Minggu, 1 November.

Mengapa Mutu Gabah Jadi Kunci

Yudha menekankan petani perlu mendapat edukasi soal cara memanen dan menyiapkan gabah berkualitas setelah panen. Mutu gabah yang dihasilkan menentukan mutu beras setelah digiling.

"Harapan kami ke depan petani juga semakin teredukasi, bagaimana cara memanen atau cara menyediakan gabah yang berkualitas pasca panen, karena itu juga menjadi faktor penting untuk mendapatkan beras yang berkualitas," tuturnya.

Perbaikan proses pascapanen disebutnya bukan perkara kecil. Sebab, beras berkualitas di pasar bergantung pada rantai penanganan sejak petani memotong padi hingga gabah masuk penggilingan.

Dorong Mekanisasi di Sentra Penggilingan

Selain menyasar petani, Bulog meminta sentra penggilingan padi di berbagai daerah memperkuat mekanisasi pertanian, terutama pada pengolahan pascapanen. Penggunaan mesin pengolahan dengan kualitas baik berpotensi menaikkan rendemen atau hasil beras dari proses penggilingan gabah.

"InsyaAllah rendemen dan tidak menutup kemungkinan akan jauh lebih tinggi daripada yang sudah kita capai saat ini," kata Yudha.

Rendemen yang lebih tinggi berarti volume beras yang dihasilkan dari setiap kilogram gabah bertambah. Bagi Bulog, angka itu berpengaruh langsung pada efisiensi penyerapan dan biaya pengolahan di gudang.

Panen Awal Sudah Berjalan di Grobogan

Meski panen raya diperkirakan baru terjadi awal 2027, sejumlah wilayah di Jawa Tengah telah lebih dulu memasuki masa panen. Di Grobogan, petani mulai memanen padi sejak awal September hingga Oktober 2026.

"Di wilayah yang kemarin sudah mulai panen di awal-awal September ke Oktober ini ada di Gerobokan. Tapi setelah itu belum ada lagi," ujar Yudha.

Artinya, pasokan gabah ke gudang Bulog Kancab Semarang akan kembali menguat saat puncak panen tiba. Yudha menyebut pihaknya bersiap mengulang siklus penyerapan seperti sebelumnya.

"Nanti puncak (panennya) di sana (Februari 2027), kami bisa restock lagi, akan mengulang siklus lagi, tim jemput gabah lagi, pengolahan lagi seperti kemarin, masuk lagi ke gudang kami," tuturnya.

Yang Dipertaruhkan di Puncak Panen

Bagi petani, imbauan Bulog soal mutu gabah berdampak pada harga jual. Gabah dengan kadar air dan tingkat kotoran yang terkendali umumnya lebih mudah terserap dan bernilai lebih baik di tingkat penggilingan.

Bagi konsumen, rantai pascapanen yang rapi menentukan pasokan beras di pasar menjelang Ramadan dan Lebaran 2027. Dua periode itu biasanya menaikkan permintaan beras rumah tangga maupun industri.

Bulog Kancab Semarang sendiri berperan sebagai penyerap gabah di wilayah Jawa Tengah, salah satu lumbung padi utama nasional. Kapasitas gudang seperti Tambak Aji menjadi titik akhir dari alur penjemputan gabah, pengolahan, hingga penyimpanan cadangan beras.

Prediksi panen Februari–Maret 2027 masih bersifat perkiraan awal dan bisa bergeser mengikuti kondisi cuaca serta hasil pemantauan dinas pertanian setempat. Karena itu, kesiapan petani dan penggilingan sejak sekarang menjadi penentu seberapa besar gabah yang bisa diserap saat puncak panen tiba.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top