Bupati Kupang Hadiri Syukur HUT GMIT ke-79 dan Peletakan Batu Pertama Gedung Kebaktian Oikumene Oekabiti

Penulis: Aditya Nugraha  •  Minggu, 01 November 2026 | 15:31:01 WIB
Bupati Kupang Yosef Lede menghadiri ibadah syukur HUT GMIT ke-79 dan HUT Jemaat Oikumene Oekabiti ke-12 di Kelurahan Nonbes, Kecamatan Amarasi.

OELAMASI — Perayaan tiga ulang tahun digelar bersamaan di Jemaat Oikumene Oekabiti, Kelurahan Nonbes, Kecamatan Amarasi. Bupati Kupang Yosef Lede hadir langsung dalam ibadah syukur HUT Reformasi ke-509, HUT GMIT ke-79, dan HUT Jemaat Oikumene Oekabiti ke-12. Momentum syukur itu dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung kebaktian jemaat setempat.

Dalam sambutannya, Yosef Lede mengajak seluruh jemaat mensyukuri penyertaan Tuhan yang menuntun perjalanan gereja dan jemaat hingga kini. Ia meminta semangat pelayanan, persaudaraan, dan kebersamaan terus dipelihara.

Jemaat Usia 12 Tahun Siapkan Rumah Ibadah untuk 20 Tahun ke Depan

Bupati mengapresiasi kerinduan Jemaat Oikumene Oekabiti menghadirkan gedung kebaktian yang lebih representatif pada usia ke-12. Menurutnya, perencanaan pembangunan yang telah mempertimbangkan kebutuhan jemaat hingga 15–20 tahun ke depan merupakan langkah baik.

"Saya melihat semangat jemaat luar biasa. Meskipun baru berusia 12 tahun, sudah memiliki pemikiran untuk mempersiapkan rumah ibadah yang dapat menampung pertumbuhan jemaat 15 sampai 20 tahun ke depan. Ini merupakan bentuk kesungguhan jemaat dalam mempersiapkan masa depan pelayanan," ungkapnya.

Yosef berharap gedung kebaktian tidak hanya menjadi tempat beribadah dan bersekutu. Ia ingin bangunan itu juga menjadi rumah berkat, tempat pembinaan iman dan edukasi bagi anak-anak, serta ruang persekutuan yang bermanfaat bagi jemaat dan masyarakat sekitar.

Pemkab Kupang Dukung, tapi Jemaat Diminta Tidak Bergantung pada Bupati

Pemerintah Kabupaten Kupang menegaskan dukungan terhadap pergumulan Jemaat Oikumene Oekabiti. Dukungan itu disampaikan Bupati di hadapan warga jemaat yang hadir dalam ibadah syukur.

"Jangan berpikir bahwa pembangunan ini hanya menjadi tanggung jawab 34 kepala keluarga atau menunggu bantuan dari Bupati. Tuhan dapat menghadirkan berkat melalui siapa saja. Karena itu, jemaat harus tetap bersatu, bekerja dengan sungguh-sungguh, membuka diri, dan terus berdoa. Bagian kita adalah bekerja dan berusaha, sementara hasilnya kita serahkan kepada Tuhan," tegasnya.

Ia mengajak jemaat menjaga persatuan, membangun kerja sama, dan berpegang pada kesepakatan bersama agar pembangunan selesai sesuai target. Dengan tekad, keterbukaan, dan kerja keras, menurutnya dukungan dapat hadir melalui banyak pihak yang turut mengambil bagian dalam pembangunan rumah Tuhan.

Akta Iman Diserahkan, Jemaat Diminta Melangkah meski Dana Belum Cukup

Ketua Majelis Klasis Amarasi Timur Pdt. Marsel R. Toean dalam suara gembalanya menyebut penyerahan Akta Iman sebagai wujud keyakinan dan kepercayaan jemaat kepada Tuhan dalam memulai pembangunan gedung kebaktian. Dukungan finansial yang tersedia belum mencukupi, tetapi jemaat diajak tetap melangkah dengan iman dan keyakinan bahwa Tuhan akan membuka jalan.

"Kehidupan dalam persaudaraan dan kebersamaan mendatangkan berkat Tuhan," ujar dia, merujuk Mazmur 133:1-3.

Marsel juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat persekutuan sebagai landasan menjalani setiap proses pembangunan.

Terima Kasih untuk Pendeta yang Mendampingi Jemaat

Ketua UPP Pembangunan Jemaat GMIT Oikumene Oekabiti, Penatua Yohanis Ataupah, menyampaikan terima kasih kepada para hamba Tuhan yang melayani dan mendampingi perjalanan jemaat selama ini. Ia memberi penghargaan kepada Pendeta Emeritus Gabriel Ria yang pernah melayani sekitar empat hingga lima tahun, serta Pendeta Risa Petronella Runesi yang mendampingi jemaat hampir sepuluh tahun hingga sekarang.

Yohanis juga mengapresiasi Bupati Kupang dan seluruh undangan yang hadir dalam perayaan syukur sekaligus mendukung dimulainya pembangunan gedung kebaktian. Ia berharap doa, ketulusan, dan kebersamaan semua pihak menjadi kekuatan bagi jemaat mewujudkan rumah ibadah yang menjadi pergumulan bersama.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: flobamora-spot.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top