KUPANG — Warga dari lingkungan RW 003 dan RW 004 turun langsung membersihkan rumput liar, mengumpulkan sampah plastik, dan menata lingkungan sekitar lapangan. Lokasi yang dipakai merupakan tanah milik keluarga Lopo di Kelurahan Bello.
Valens menyatakan persiapan arena butuh dukungan seluruh pihak, bukan hanya pengurus panitia. Karena itu warga diajak terlibat sejak tahap kerja bakti.
"Persiapan lokasi ini membutuhkan dukungan semua pihak. Karena itu, kami mengajak warga untuk terlibat langsung melalui kegiatan gotong royong agar arena festival dapat dipersiapkan dengan baik," kata Valens di sela-sela persiapan lokasi.
Semula Festival Budaya Kelurahan Bello direncanakan berlangsung 6-9 November 2026. Panitia kini mempertimbangkan jadwal baru pada 16-18 November 2026.
Pergeseran itu mempertimbangkan kemungkinan kehadiran langsung Wali Kota Kupang dan perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Valens menegaskan perubahan jadwal masih berupa rencana karena panitia terus berkoordinasi dan menunggu kepastian.
"Memang rencana awal pelaksanaan pada 6 sampai 9 November. Namun, ada kemungkinan jadwal digeser ke 16 sampai 18 November karena mempertimbangkan kemungkinan kehadiran langsung Wali Kota Kupang dan perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia," ujarnya.
Panitia tidak ingin persiapan festival hanya menjadi tanggung jawab pengurus. Warga dilibatkan sebagai bagian dari masyarakat Bello sejak tahap kebersihan arena.
"Festival ini merupakan kegiatan bersama. Kami berharap semangat kebersamaan dan partisipasi warga tetap terjaga, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan kegiatan nanti," kata Valens.
Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap Festival Budaya Kelurahan Bello tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya. Ajang itu juga diharapkan mempererat persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, serta memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat setempat.