KUPANG — Gempa magnitudo 4,9 mengguncang Flores pada Senin (26/10) pukul 12.53 Wita. Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama menyebut pusat gempa berada di koordinat 8,45 derajat Lintang Selatan dan 121,45 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 13 kilometer.
Hasil analisis BMKG menggolongkan gempa tersebut sebagai gempa dangkal yang dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Mekanisme sumbernya menunjukkan pergerakan naik atau thrust pada struktur sesar yang memicu guncangan.
Guncangan dirasakan di Kabupaten Ngada, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Manggarai dengan intensitas III MMI. Pada skala itu, getaran terasa nyata oleh beberapa orang, menyerupai sensasi saat truk besar melintas.
"Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Arief dalam keterangannya.
Gempa M 4,9 merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa utama magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 pukul 05.58 Wita. Selama periode pencatatan hingga 26 Oktober 2026 pukul 13.05 Wita, gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Flores dan sekitarnya. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah. Selain itu, penghuni diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa untuk mengurangi risiko apabila guncangan susulan terjadi.
Deretan ribuan gempa susulan dalam dua bulan terakhir menjadikan Flores salah satu wilayah dengan aktivitas kegempaan paling padat di NTT. Pantauan berkelanjutan diperlukan mengingat sumber gempa berada di zona sesar aktif Flores Back-Arc Thrust.