Pertamina Patra Niaga Kerahkan MT Klasogun, Pasokan BBM Bali Dipulihkan

Penulis: Aditya Nugraha  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:34:31 WIB
Kapal MT Klasogun bersandar di Fuel Terminal Sanggaran, Bali, membawa pasokan Pertalite dan Biosolar.

NUSA TENGGARA TIMUR — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengerahkan kapal MT Klasogun bermuatan Pertalite dan Biosolar ke Fuel Terminal Sanggaran, Bali, untuk mempercepat pemulihan pasokan BBM. Pengiriman diatur berdasarkan skala prioritas SPBU dan suplai dijalankan kontinu 24 jam agar kebutuhan masyarakat segera terpenuhi.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menempuh jalur cepat untuk memulihkan pasokan bahan bakar minyak di Bali. Selain mengerahkan kapal MT Klasogun, perusahaan mengatur ulang pola pengiriman dengan memprioritaskan SPBU yang paling membutuhkan serta menjalankan suplai tanpa henti selama 24 jam.

Keputusan menempuh skema prioritas diambil karena penyaluran BBM tidak bisa lagi mengandalkan pola normal saat kondisi lapangan belum sepenuhnya pulih. Setiap SPBU dinilai berdasarkan tingkat kebutuhan sebelum jadwal pengiriman ditetapkan.

Kapal MT Klasogun Sandar di Sanggaran

Dari sisi pasokan, MT Klasogun yang mengangkut Pertalite dan Biosolar tiba di Fuel Terminal Sanggaran pada pagi hari. Produk dari kapal itu ditargetkan mulai disalurkan ke SPBU pada siang hari.

Tambahan stok dari kapal tersebut diharapkan menutup kekurangan di sejumlah titik distribusi selama proses pemulihan berlangsung. Fuel Terminal Sanggaran menjadi simpul utama penyaluran BBM untuk wilayah Bali bagian selatan.

SPBU Prioritas Jadi Kunci Penyaluran

Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menjelaskan bahwa penentuan SPBU prioritas merupakan bagian dari pengaturan operasional agar penyaluran lebih terarah.

“Kami mengoptimalkan pengiriman dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU serta menjalankan suplai secara kontinu selama 24 jam. Dengan langkah ini, kami berharap proses pemulihan pelayanan BBM kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat,” ujar Ahad dalam keterangannya.

Menurut Ahad, pola pengiriman berbasis prioritas memungkinkan perusahaan menyesuaikan jadwal armada dengan kondisi riil di lapangan. SPBU yang stoknya menipis mendapat alokasi lebih dulu dibandingkan yang masih memiliki cadangan.

Koordinasi dengan Pemprov Bali

Pertamina Patra Niaga juga kembali menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk memperbarui informasi kondisi terkini. Salah satu agenda yang dibahas adalah rencana kunjungan Gubernur Bali ke sejumlah SPBU.

Koordinasi itu bertujuan menyelaraskan informasi antara perusahaan dan pemerintah daerah soal perkembangan penanganan di lapangan. Dengan begitu, langkah yang diambil kedua pihak tidak saling bertabrakan.

Imbauan ke Masyarakat

Perusahaan mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Panic buying justru berpotensi memperlambat pemulihan karena stok di SPBU cepat terkuras.

Masyarakat diminta memperoleh informasi hanya melalui kanal resmi Pertamina. Pengaduan maupun pertanyaan terkait layanan dan produk bisa disampaikan lewat Pertamina Contact Center 135.

Langkah penambahan kapal dan pengaturan prioritas ini menunjukkan pemulihan pasokan BBM di Bali masih berlangsung bertahap. Kecepatan distribusi dari Fuel Terminal Sanggaran ke SPBU akan menentukan seberapa cepat antrean di sejumlah titik kembali normal.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top