ENDE — D'Ende Hill Cafe and Resto menempati lahan di Kaki Lena, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah. Lokasinya berada di ketinggian yang memungkinkan pengunjung melihat hamparan Kota Ende secara menyeluruh. Konsep yang diusung adalah family resto dengan nuansa santai untuk nongkrong sambil menikmati kuliner.
Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda menyatakan kehadiran unit usaha kuliner itu menjadi penanda tumbuhnya perekonomian daerah. Menurutnya, masuknya investor di sektor kuliner memperkuat daya tarik Kabupaten Ende bagi pelaku usaha lain.
"Ini bagian dari indikator positif bahwa perkembangan ekonomi kita terus bertumbuh dan juga menarik investor untuk bisa berinvestasi di sini, khususnya di bidang kuliner," kata Yosef.
Pemkab Ende menyatakan siap mempermudah perizinan bagi investor yang hendak menanam modal di sektor kuliner. Yosef menyebut pihaknya mendukung setiap pengusaha yang ingin berinvestasi di Kabupaten Ende.
"Kita juga mendukung mempermudah perizinan dan lain-lain, sehingga kita mendorong siapa pun investor yang datang kita akan dukung perizinannya yang lebih mudah," ujarnya.
Selain menggerakkan perekonomian masyarakat, keberadaan D'Ende Hill Cafe and Resto disebut dapat membantu pemerintah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pemilik D'Ende Hill Cafe and Resto, Dewi Ciniago dan Sherly, menuturkan usaha itu bermula dari kebiasaan mereka menikmati kopi di Kota Ende. Keduanya kerap berkeliling mencari tempat duduk untuk makan dan minum.
"Sebenarnya terinspirasi karena kami suka minum kopi, kami suka jajan, makan, minum, kita muter-muter Ende, tahu-tahu ketemu tempat ini, tempat Kakak Karman," kata Dewi.
Dewi lalu menyampaikan keinginannya kepada Karman untuk memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat menikmati pemandangan Kota Ende dari atas. Karman mengizinkan lahan itu dikelola.
"Jadi saya bilang sama kakak Karman kalau seandainya ini bisa saya pakai untuk kita juga bisa menikmati pemandangan Kota Ende secara keseluruhan dari atas ini. Dan beliau bermurah hati akhirnya saya diizinkan untuk mengelola ini," terang Dewi.
Dewi menyebut kehadirannya di Kabupaten Ende sebenarnya untuk pembangunan dapur program makan bergizi gratis (MBG). Program itu menjangkau tujuh kecamatan, meliputi Lio Timur, Lepembusu Kelisoke, Kelimutu, Kota Baru, Maurole, Maukaro, hingga Nangapanda.
Sambil menunggu dapur MBG beroperasi, Dewi berinisiatif membuka usaha kuliner D'Ende Hill Cafe and Resto. Ia berharap usaha itu memberi kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.
"Kami merangkul UMKM, petani, dan peternak lokal sebagai pemasok utama bahan makanan dan kebutuhan operasional resto," ujar Dewi.
D'Ende Hill Cafe and Resto kini menjadi salah satu pilihan tongkrongan baru di Kota Ende. Pengunjung bisa bersantap sambil menikmati lanskap kota dari ketinggian Kaki Lena.