ATAMBUA — Bantuan stimulasi penghidupan berkelanjutan bagi Pokmas Hanowai Bersinar disalurkan di Dusun Hanowai. Vicente menilai bantuan pemerintah mesti dipandang sebagai modal awal membangun kemandirian, bukan sekadar bantuan yang diterima lalu dibiarkan.
Kondisi geografis Dusun Hanowai, kata dia, menyimpan potensi besar untuk dikembangkan. Ketersediaan lahan dan sumber air menjadi modal penting bagi warga untuk menggarap sektor pertanian dan peternakan.
Vicente menyoroti masih banyaknya lahan tidur yang bisa dimanfaatkan secara produktif. Dengan pengelolaan dan perawatan yang baik, lahan tersebut dinilai mampu memberi hasil sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Ia mengajak warga mengubah pola pikir bahwa mengelola lahan sendiri dengan tekun dapat memberikan manfaat ekonomi yang langsung dirasakan keluarga dan masyarakat.
"Lahan kita ada banyak, air juga ada. Pertanyaannya, bagaimana ada niat untuk mau kerja atau tidak? Mari apa yang sudah pemerintah bantu ini dijaga. Kalau kita tidak jaga mau sampai kapan pun kita tetap seperti ini saja," kata Vicente.
Usai monitoring, Vicente berdiskusi langsung dengan masyarakat Dusun Hanowai. Dalam pertemuan itu dibahas sejumlah persoalan yang dihadapi warga, terutama ketersediaan air bersih, akses jalan, serta pengembangan sektor pertanian dan peternakan.
Kondisi akses menuju Dusun Hanowai menjadi perhatian penting pemerintah. Infrastruktur jalan yang memadai dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan peternakan.
Kunjungan tersebut turut didampingi Sekretaris BP4D, perwakilan Dinas Pertanian, dan perwakilan Dinas Peternakan. Sinergi lintas perangkat daerah itu diharapkan mempercepat penanganan persoalan air bersih dan akses jalan.
Pendampingan terhadap Pokmas Hanowai Bersinar disebut bakal diperkuat agar potensi pertanian dan peternakan berkembang secara berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Belu menegaskan komitmennya memastikan program pemberdayaan tidak berhenti pada penyaluran bantuan.
Program itu diarahkan menjadi pijakan bagi masyarakat untuk mandiri, produktif, dan mampu mengelola potensi yang dimiliki.