Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena menyatakan Charity Night menjadi penguatan dukungan pembiayaan Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II 2026 yang berlangsung di Kota Kupang pada 14-18 Oktober 2026. Acara penggalangan dukungan itu digelar Senin malam, sepekan menjelang pembukaan, untuk merangkul kontribusi dunia usaha, BUMN, komunitas, hingga partai politik. PESONAS II akan diikuti 1.182 atlet, pelatih, ofisial, pendamping, dan orang tua dari 25 provinsi.
KUPANG — Penyelenggaraan PESONAS II 2026 di Kota Kupang menuntut pembiayaan besar, terutama untuk akomodasi, transportasi, konsumsi, kostum, medali, dan perlengkapan pertandingan ramah difabel sesuai standar yang ditetapkan. Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT menggelar Charity Night sebagai kanal penggalangan dukungan dari berbagai kalangan.
Gubernur Melki Laka Lena menegaskan dukungan terhadap ajang olahraga disabilitas ini tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Dunia usaha, BUMN, BUMD, komunitas, partai politik, dan masyarakat diminta ambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
"Yang kita buat ini adalah sebuah keberpihakan untuk menyambut peristiwa besar, Pekan Special Olympics Nasional atau PESONAS 2026 di NTT," kata Melki di Kupang, Senin malam.
Charity Night sengaja digelar menjelang pelaksanaan PESONAS II yang tinggal sepekan lagi. Tujuannya merangkul dukungan dari berbagai pihak agar kebutuhan penyelenggaraan ajang tersebut dapat dipenuhi secara bersama-sama.
Melki menyebut keterlibatan banyak pihak diperlukan untuk memastikan penyelenggaraan berjalan baik. Mulai dari penyediaan arena pertandingan, transportasi, keamanan, kesehatan, hingga kebutuhan teknis lainnya.
"Kita mengajak semua pihak dari berbagai kalangan, dunia usaha, BUMN, BUMD, komunitas dan seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing," ujarnya.
Ketua Panitia PESONAS II 2026 NTT Reny Marlina Un menyebut ajang ini diikuti 1.182 atlet, pelatih, ofisial, pendamping, dan orang tua dari 25 provinsi. Mereka akan berkompetisi dalam tujuh cabang olahraga: sepak bola, renang, atletik, tenis meja, bulu tangkis, senam, dan bocce.
Selain menjadi pesta olahraga nasional, PESONAS II berfungsi sebagai ajang seleksi atlet Indonesia menuju Olimpiade Special Olympics Dunia di Santiago, Chile, pada Maret 2027.
Panitia mendorong pelibatan UMKM lokal dalam pelaksanaan PESONAS II agar manfaat ekonomi menyebar ke masyarakat Kupang. Koordinasi dengan berbagai pihak akan dilakukan untuk memastikan keterlibatan pelaku usaha kecil.
"Pelibatan UMKM diharapkan dapat mendorong dampak ekonomi berganda bagi masyarakat. Karena itu, kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keterlibatan pelaku UMKM lokal," kata Reny.
Melki menilai PESONAS 2026 punya posisi strategis bagi NTT. Ajang ini menjadi salah satu persiapan penting sebelum provinsi itu menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Dampak yang diharapkan tidak hanya di sektor olahraga, tetapi juga ekonomi dan terutama ekonomi kreatif. Ia mendorong warga Kota Kupang memanfaatkan kemampuan dan program masing-masing untuk mendukung kelancaran acara.
"Setelah nanti kita laksanakan dengan baik, kita mulai meninggalkan kesan yang positif bagi semua pihak, bagi atlet, seluruh peserta yang hadir, ofisial, pendamping, dan juga buat kita semua," kata Melki.