Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat 299 rumah dan 26 fasilitas umum terdampak gempa magnitudo 6,1 yang mengguncang Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026. Data pemutakhiran hingga Selasa (6/10) pukul 08.00 WITA menunjukkan dampak tersebar di Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Timur. Satu warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat peristiwa yang tidak berpotensi tsunami tersebut.
KUPANG — Kepala BPBD NTT Mahidin Sibarani menyampaikan data sementara kerusakan terus bergerak seiring pendataan di lapangan. Dari 299 rumah yang terdampak, empat di antaranya rusak berat, 13 rusak sedang, dan 282 sisanya rusak ringan.
Kerusakan fasilitas umum tersebar di tujuh fasilitas kesehatan, sembilan fasilitas pendidikan, delapan rumah ibadah, serta dua kantor pemerintahan. Seluruh bangunan tersebut berada di tiga kabupaten yang terdampak guncangan.
Gempa berkekuatan M6,1 terjadi pada 4 Oktober 2026 pukul 06.55 WITA. Pusat gempa berada sekitar 14 kilometer barat daya Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, pada kedalaman 10 kilometer.
Laporan BMKG menyebut gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, warga di wilayah terdampak diminta tetap waspada terhadap kemungkinan guncangan susulan.
Mahidin mengatakan pihaknya belum menetapkan angka final kerusakan. Pendataan melibatkan BPBD kabupaten dan instansi terkait di ketiga wilayah terdampak.
"Kami terus melakukan pemutakhiran data bersama BPBD kabupaten dan pihak terkait untuk memastikan seluruh dampak gempa dapat teridentifikasi," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat di wilayah terdampak mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Warga juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Klasifikasi kerusakan rumah terbagi tiga tingkat. Empat rumah masuk kategori rusak berat, 13 rumah rusak sedang, dan 282 rumah rusak ringan.
Jumlah kepala keluarga terdampak tercatat 299 KK. Satu orang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Data kerusakan dan dampak gempa masih terus diperbarui. BPBD NTT memastikan pemutakhiran dilakukan hingga seluruh dampak teridentifikasi.